Tipiter Polresta Menggulung Sindikat Pemalsuan KTP Beserta Tersangka Kepling Medan Kota.

  • Bagikan

frekuensimedia.com-Jajaran Unit Tindak Pidana Tertentu Satuan Reserse Kriminal (Tipiter) Satreskrim Polresta Medan,Senin (13/4),kembali menggulung dan menangkap pelaku pembuat KTP palsu.diketahui tersangkanya yakni Kepala Lingkungan (Kepling) I, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota,inisial DPR (53),warga Jalan Laubeng Kelewang.

Menurut informasi awalnya Penangkapan tersangka berawal dari laporan warga setempat yang curiga terkait praktek pencetakan KTP palsu yang dilakukan oleh tersangka.mendapat informasi Polisi lalu bergerak cepat melakukan penyelidikan,dan melakukan penangkapan.

Berdasarkan informasi saat diperiksa penyidik Unit Tipiter Polresta Medan,DPR mengaku KTP palsu buatannya dijual Rp.30 ribu perlembar.Pelaku mampu menjual 30 hingga 50 KTP palsu per hari.dan meraup keuntungan hingga jutaan rupiah per harinya.caranya pemesan tinggal menyebutkan identitas,KTP langsung jadi,ucapnya.

Menurut keterangan DPR dan rekannya,LB (42),telah menjalankan ‘binis’ KTP palsu itu selama 2 tahun.Dua pelaku ini sudah dua tahun beroperasi, mereka mengaku menjalankan praktik terlarang itu karena desakan ekonomi,terangnya.

Setelah kita bawa ke komando dan diperiksa,tersangka akhirnya menyebutkan nama lain,yakni LB (42),warga Komplek Bela Vista,Jalan Tali Air,Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, yang berkerja sebagai operator warnet di kawasan Teladan Medan,ujar Kanit Tipiter Sat Reskrim Polresta Medan,AKP Bayu Samara.

Menurut komentar Bayu,kedua tersangka mengaku KTP palsu itu dicetak menggunakan printer.Kasusnya masih kita kembangkan,karena diduga mereka bagian dari sindikat pemalsu KTP.Sedangkan barang bukti yang kita amankan komputer,printer,flashdish berisi file KTP,puluhan lembar KTP palsu dan blanko kosong,ujarnya.

Berdasarkan keterangan saat ini pihaknya kini tengah memburu ZS (40),pemasok blangko pembuatan KTP.Para tersangka kita jerat dengan Pasal.96 A UU No.24 Tahun 2013 tentang perubahan UU No.23 tahun 2006,ancamannya diatas 6 tahun penjara,ungkapnya.(david)

  • Bagikan