Tiga Korban tertipu Pengguna Aplikasi

  • Bagikan

 

MEDAN| Frekuensimedia.com
Pria berinisial In Ad Pr (24) berhasil berulangkali menipu dengan menggunakan Aplikasi kesejumlah driver objek online akhirnya ditangkap para driver objek yang, merupakan warga Jalan Pasar Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur, di Jalan Perwira II Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur ini diamankan sejumlah driver ojek online pada Sabtu (7/8/2021).

Korban yang bernama  Al Azhari (51) warga Jalan Letda Sudjono Gg Jateng Kecamatan Medan Tembung, Marasi Gideon Hasibuan (27) warga Jalan Kawat I Gg. Turi Kelurahan Tj Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli dan Fayun Isnaini (44) Jalan Denai Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai telah membuat laporan ke Polsek Medan Timur.

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin didampingi Kanit Reskrim Iptu Jefri Simamora menyebutkan, modus penggelapan dan penipuan itu dengan pura-pura mengirim barang menggunakan aplikasi Go Send.

“Tersangka berpura-pura menjadi penjual barang kemudian memesan ojek online untuk mengantarkan barangnya,” kata Kapolsek, Rabu (11/8/2021).

Setelah barang yang dikemas rapi itu ternyata berisi air mineral, kain bekas dan sepatu bekas. Kemudian tersangka meminta uang pembayaran barang itu terlebih dulu kepada driver ojek dan nantinya diganti oleh penerima barang tersebut.

Tanpa ada rasa curiga, para korban yang semuanya driver ojek online memberikan uang yang diminta oleh pelaku. “Ternyata yang menerima barang itu alamat fiktif alias tidak ada,” ujar dia.

Masih kata Kapolsek, pelaku menjalankan aksinya bersama beberapa temannya yang kini masih diburu. Mereka sudah berkali-kali melakukan penipuan.

“Korban terakhir mengalami kerugian hingga Rp2.650.000,” katanya.

Lanjut Arifin pihaknya masih mengejar beberapa orang rekan tersangka yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan ini. “Ada beberapa orang yang masih kita kejar,” ungkapnya.

Saat diinterogasi, tersangka In mengaku sudah empat kali melakukan aksi ini. “Saya tidak sendiri, ada teman juga yang membantu perannya sebagai penerima barang,” katanya.

Setiap melakukan aksinya, pelaku meminta uang kepada para driver beragam. “Saya bilang sama driver online kalau barang ini onderdil mobil padahal isinya air mineral, kain dan sepatu bekas. Jadi saya minta uang driver dulu nanti diganti yang menerima barang. Dihadapan driver ditelfon penerima barang itu yang merupakan teman saya. Nah setelah drivernya yakin dan memberikan uang itu, nomor handphone teman saya itu dinonaktifkan,” kata pelaku.

Dari hasil uang kejahatan pelaku, dibagi kepada teman-temannya. “Saya hanya diajak saja,” akunya.(Akhyar Nst).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

89 − = 82