Tersinggung, PPNI Adukan Ratu Entok ke Poldasu

  • Bagikan

Medan – Frekuensi Media :  Komisi II DPRD Medan mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) atas pengaduan Persatuaan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap Ratu Entok, Senin (03/05/2021). Dalam pengaduannya, Ratu Entok dituduh menghina profesi perawat lewat yang diunggah di akun Facebook.

Namun ketika RDP yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari, hendak dimulai terjadi hujan intirupsi dan alot sejingga tidak menghasilkan kesimpulan. Sebab, persoalan tersebut sudah ditangani pihak Poldasu atas pengaduan PPNI terhadap Ratu Entok.

“Tidak ada guna pertemuan ini kita lanjutkan kalau kasus nya sudah sampai ke pihak Polisi,” ujar Sudari yang diamini anggota dewan lainnya Modesta Marpaung (Golkar), Haris, Wong Cun sen, Afif Abdillah, Johannes Hutagalung dan Dhiyaul Hayati.

Usai rapat bubar, Ratu Entok menyampaikan ianya bersedia menyampaikan permohonan maaf kepada profesi perawat yang tersinggung atas ucapan dirinya yang viral beberapa waktu lalu.

“Gak ada masalah (minta maaf). Tapi tujuan maaf dalam arti klarifikasi mana tau ada kata-kata yang menyakitkan hati perawat. Memang tujuan saya perawat saat itu” ujarnya.

Memang digelarnya RDP karena adanya laporan dari DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Medan ke Komisi II. PPNI Medan keberatan atas pernyataan Irfan Satria (Ratu Entok) di akun Tiktoknya. (Franky Manalu)

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

83 + = 91