Terkait Pemecatan Pendeta Minda,Moderamen Menyimpang Dari Aturan Dan Etika GBKP.

frekuensimedia.com-Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Kemenangan Tani yang beralamat di jalan Letjend. Jamin Ginting Km.12 Medan.para pengurus yang bekerja di Badan Pekerja (BP) Moderamen telah mengeluarkan berbagai aturan yang menyimpang dan menyalahi etika serta peraturan yang sejak lama telah disepakati di GBKP, yakni sistem Presbyterial Sinodal Klasis yang artinya kedaulatan jemaat dan kesetaraan, dimana hasil keputusan atau musyawarah diambil dari bawah ke atas (pimpinan).Hal inilah yang seakan dihilangkan oleh para Pendeta yang saat ini bekerja dan bertugas sebagai BP Moderamen di GBKP, sehingga membuat bingung seluruh jemaat, parahnya lagi, baik Klasis dan Moderamen disinyalir telah mengeluarkan keputusan yang bertolak belakang dengan Sistem Presbyterial Sinodal Klasis yang dianut selama ini, sehingga keluarlah berbagai keputusan yang menerapkan sistem hirarki, top-down, atau lebih umumnya disebut sistem kekuasaan dari pimpinan atau dari atas. Artinya setiap keputusan ditentukan oleh pimpinan dan diteruskan ke bawah. Hal ini telah menciptakan mental Asal Bapak Senang (ABS) atau mental penjilat ke atas dan menginjak ke bawah yang selanjutnya akan melahirkan Kolusi dan Nepotisme.Pemecatan yang dilakukan terhadap Pdt. Mindawati Perangin-angin, Ph.D yang merupakan Ketua Runggun GBKP Kemenangan Tani Padang Bulan Medan secara sewenang-wenang dan terkesan telah direncanakan telah mempermalukan Runggun GBKP se-Indonesia khususnya GBKP Kemenangan Tani Medan.Demikian dikatakan oleh Kuasa Hukum Pdt.Mindawati Perangin-angin, Ph.D, Brigjen Pol (Purn) Raziman Tarigan didampingi oleh Kolonel (Purn) Abednego Sembiring dan Pdt.Mindawati Perangin-angin, Ph.D di Kolam Renang Primbana jalan Ngumban Surbakti Kecamatan Medan Selayang, Rabu malam (8/4).Kepada wartawan, mantan Wakapolda Metro Jaya ini menyatakan sangat menyayangkan pemecatan yang dilakukan oleh BP Moderamen GBKP pusat yang berkantor di Kota Kabanjahe ini. Menurutnya para pengurus dan pekerja Moderamen yang berlatar belakang Pendeta ini sudah tidak memiliki Kasih Tuhan dalam kehidupan dan pribadi mereka masing-masing, dan dalam menjalankan fungsinya selaku hamba Tuhan sekaligus pemimpin tertinggi di gereja milik suku Batak Karo tersebut, perbuatan yang telah dilakukan para pengurus Moderamen ini mempermalukan umatnya sendiri dan tidak lagi sebagai penggembala.”Saya selaku kuasa hukum dari Runggun Kemenangan Tani Padang Bulan Medan, yakni Pdt. Mindawati Perangin-angin, Ph.D (terlapor) sangat menyesalkan dan menyayangkan pemecatan yang telah dilakukan BP Moderamen terhadap klien saya. Tidak ada kekuatan hukum tetap dan hasil keputusan final di persidangan terkait status Pdt. Mindawati dan sampai saat ini pihak kepolisian juga belum dapat menetapkan status tersangka pada kasus 10 September 2014. Sehingga sangat jelas, kondisi ini sengaja telah distel (diplot), baik dari pihak Moderamen maupun pihak Klasis GBKP untuk menghalangi niat baik dari Pdt.Mindawati Perangin-angin yang ditunjuk atau dipilih oleh seluruh Runggun GBKP Kemenangan Tani Padang Bulan- Medan untuk mengikuti pemilihan calon Ketua Umum Moderamen pada sidang Sinode ke XXXV pada tanggal 11-18 April 2015 nanti,” jelas RazimanDitambahkannya, pihaknya telah melaporkan balik kasus yang dituduhkan oleh para pengurus Moderamen terhadap kliennya ke Polresta Medan pada Rabu, (07/04/2015) dan perkembangan terakhir yang diterimanya, pihak Polresta telah melimpahkan berkas mereka ke Polda Sumut.Kolonel (Purn) Drs. Abednego Sembiring: Para Pengurus Moderamen Dipenuhi Nafsu Duniawi.Abednego Sembiring yang juga Runggun GBKP Kemenangan Tani Padang Bulan Medan, di tempat yang sama, kepada media menjelaskan keperihatinannya terhadap mental dan perilaku oknum Pendeta yang telah dipercaya seluruh runggun GBKP menjadi pengurus Moderamen.Menurutnya, saat ini perilaku tidak terpuji dan memalukan yang dilakukan oleh para petinggi Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) tersebut yang telah memecat Pdt.Mindawati Perangin-angin,Ph.D hanya karena diusung kembali oleh runggun mereka (runggun GBKP Kemenangan Tani Medan) untuk mencalonkan diri dalam mengikuti pemilihan Ketua Umum Moderamen pada Sidang Sinode ke XXXV pada tanggal 11 s/d 18 April 2015 di Sukamakmur mendatang, adalah bukti bahwa “Roh Iblis” telah bersemayam dihati para pendeta yang seharusnya sebagai pengembala jemaat dan menjadi panutan runggun tersebut. Dia menilai BP Moderamen sengaja mematikan karakter Pdt.Mindawati Perangin-angin.Diceritakannya, awal terjadinya kasus pemecatan terhadap Pdt.Mindawati Perangin-angin hingga sampai ke ranah hukum berawal saat Ketua Runggun dan Bendahara GBKP Kemenangan Tani yakni Pdt.Mindawati Perangin-angin dan Diaken Jantoni Tarigan akan mengikuti seleksi calon Ketua Umum Moderamen periode 2015-2020. Mengingat saat pemilihan ketua umum Moderamen pada tahun 2010 lalu, nama Pdt.Mindawati Perangin-angin menempati posisi kedua setelah Pdt. Panji Barus. Sehingga mendekati pemilihan calon Ketua Umum Moderamen ke XXXV tahun 2015 mendatang, dimana masa jabatan ketua terpilih tahun 2010 yakni Pdt.Panji Barus, akan berakhir, dan diduga untuk melengserkan saingan terkuatnya maka melalui sisa kekuasaannya, oknum tersebut diduga telah memanfaatkan lembaga gereja tertinggi GBKP untuk menghambat Pdt.Mindawati agar tidak terpilih dan tidak turut dalam pemilihan calon Ketua umum Moderamen.”Disini sudah jelas terlihat kecurangan yang dilakukan oleh para pengurus Moderamen tersebut. Kami heran kenapa calon dari runggun kami ditolak saat itu tanpa ada kesalahan dan ada kami dengar Moderamen dan Klasis GBKP Kabanjahe sengaja diset agar Pdt.Mindawati Perangin-angin,Ph.D dikeluarkan dari GBKP dengan menjeratnya dengan menjatuhkan hukuman Sidang Kerja Sinode (SKS), pada bulan Oktober 2014. Jika ini berhasil, maka pada bulan Maret 2015 surat pemberhentian sementara terhadap Pdt.Mindarwati Perangin-angin dapat dikeluarkan, sehingga dengan demikian haknya untuk dipilih ataupun memilih ditiadakan pada pemilihan Sinode pada bulan April 2015.Selanjutnya Klasis melayangkan surat kepada Pdt.Mindawati yang isinya sangat tidak masuk akal, dan anehnya surat yang dikeluarkan Klasis ini disambut baik oleh Moderamen sehingga niat untuk memplot pemberhentian sementara akan dapat dikeluarkan. Namun niat busuk ini sampai ke telinga simpatisan Pdt.Mindawati, dan telah membakar hati seluruh runggun GBKP Kemenangan Tani. Runggun merasa dipolitisasi, apalagi berita pemecatan tersebut sengaja disebar ke seluruh runggun se-Indonesia melalui majalah Maranatha, sehingga memancing emosi jemaat Kemenangan Tani, mereka kemudian mendatangi kantor Moderamen pada tanggal 10 September 2014.“Sempat terjadi keributan antara pendukung Pdt.Mindawati dengan BP Moderamen. Keributan ini sempat mengundang kedatangan pihak Polres Karo di Kabanjahe saat itu, namun pihak kepolisian tidak dapat melakukan pemeriksaan atas keributan tersebut, karena BP Moderamen menyatakan pada polisi bahwa hal ini merupakan permasalahan internal. Sudah sempat terjadi perdamaian pada saat itu, yang disaksikan oleh beberapa Pendeta yang ada di lokasi saat itu, malah saya juga sempat memimpin doa pembuka pada perdamaian tersebut, selanjutnya salah seorang pengurus Moderamen Pdt. Erik Barus memberikan doa penutup,” terang Abednego Sembiring.Kolonel TNI AD yang juga sempat menjadi Kapendam 1/BB Sumut ini pada kesempatan tersebut menerangkan bahwa dua jam setelah kejadian, para pengurus Moderamen melaporkan Pdt Mindawaty Perangin-angin ke Polres Kota Kabanjahe, dan dirinya ke Polres Kabanjahe dengan membuat opini sebagai provokator dan difitnah dengan mengatakan saya datang dengan membawa pistol dan preman dari Kabanjahe.”Atas laporan tersebut, awalnya saya tidak menghiraukannya namun karena sampai terdengar kepada teman dan keluarga saya yang ada di luar kota, sehingga membuat saya jenuh dan marah karena sejak dilaporkan pihak Polres Tanah Karo tidak pernah melakukan pemanggil terhadapnya. Sehingga beliau mendatangi Polres untuk memperjelas laporan yang diarahkan terhadap dirinya, oleh pihak kepolisian disimpulkan bahwa tidak ada dasar mereka melakukan pemeriksaan atas tuduhan pelapor dan disarankan agar permasalahan kedua belah pihak diselesaikan secara internal dan dilakukan perdamaian.”Diduga karena pengaduan Moderamen ini tidak kuat dan akan menemukan kegagalan, selanjutnya mereka mengembalikan permasalahan tersebut ke Internal Moderamen GBKP. Pastinya target mereka jelas, yakni bagaimana menghentikan langkah Pdt.Mindawati Perangin-angin selaku calon kuat dari Runggun GBKP Kemenangan Tani dapat tercapai. Sebagai hamba Tuhan yang mengenal kasih, kami juga tidak pernah menyimpan demdan atas perlakuan mereka, namun mereka seperti sudah digelapkan oleh kuasa Iblis sehingga para pendeta yang bertugas di Moderamen tersebut seakan sudah dibutakan oleh ketamakan akan kekuasaan dan uang sehingga melakukan segala upaya yang tujuannya untuk membunuh karakter Pdt.Mindawati Perangin-angin dan menghancurkan nama baiknya dimata runggun se-Indonesia.Sadar telah diperlakukan secara sewenang-wenang, akhirnya atas bimbingan dan nasehat serta dukungan dari runggun GBKP Kemenangan Tani, keluarga dan simpatisan akhirnya didampingi oleh Brigjen Pol(Purn) Ranjiman Tarigan, Pdt.Mindawaty Perangin-angin, Ph.D melaporkan balik para pengurus Moderamen terkait pasal perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik,ungkapnya kepada wartawan,Kamis (10/4).dikantin kolam renang Primbanan milik ranjiman.(david)