Tahanan Kasus Narkoba Lenyap,Frisdarwin Desak Kapoldasu dan Kapolresta Medan Copot AKP Hendrik Temaluru Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia.

  • Bagikan
Ilustrasi Tahanan lenyap.
Ilustrasi Tahanan lenyap.
Ilustrasi Tahanan lenyap.

frekuensimedia.com – Kasus terduga Narkoba, inisial RRD (19) Mahasiswi UMSU warga jalan Sampali Medan, yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia pada hari Rabu malam Kamis, (27/5/2015) sekitar pukul 22.00 wib, diduga telah dilepas, karena Rita tidak terlihat lagi di tahanan Polsek Medan Helvetia pada hari Rabu sore, (3/6/2015) sekira pukul 16.00 wib, di Sel Polsek Medan Helvetia.

Berdasarkan pengakuan Ibu RRD, di Kantor Polsek Medan Helvetia pada Hari Kamis sore, (27/5/2015) sekira pukul 16.30 wib. Saat itu, si Ibu RRD mengakui kedatangannya untuk menjenguk RRD anaknya.

“Iya semalam kira-kira jam 10 malam, anak saya ditangkap oleh pihak Polsek Medan Helvetia ini. Dia ditangkap semalam bersama temannya laki-laki,” kata Ibu RRD ketika dijelaskannya di Polsek Medan Helvetia.

Ibu Inisial RRD mengaku tidak kenal dengan teman pria Rita tersebut.

“Tak tau (mengapa) sampai anak saya mengasih kereta kami untuk dipakai laki-laki itu membeli Narkoba jenis Shabu dengan teman si laki-laki itu,” terang Ibu RRD.

Inisial RRD sendiri kepada sejumlah orang yang menjenguknya menjelaskan kronologis penangkapan mereka.

“Kami tadi malam boncengan di kereta si SH,tiba-tiba di jalan datang dua orang polisi memepet kami, Stop, kata mereka sama kami. Lalu diperiksalah kami, dan Polisi tersebut mendapatkan Narkoba jenis Shabu di kereta yang kami gunakan dan langsung para polisi itu membawa kami ke sini,” ujar RRD singkat didalam tahanan Polsek Medan Helvetia.

Setela itu, Kru media ini mencoba melakukan pemantauan selama beberapa hari di Sel Polsek Medan Helvetia, dan sampai hari senin sore kemaren, (1/6/2015) RRD masih ada di dalam Sel Tahanan Polsek Medan Helvetia.

Namun saat melakukan pemantauan kembali pada hari, Rabu, sudah tak kelihatan lagi RRD didalam Sel Tahanan Polsek Medan Helvetia, mahasiswi UMSU tersebut.

Ketika dilakukan konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, AKP Hendrik Temaluru terkait ke tidak kelihatan RRD didalam Sel Tahanan Polsek Medan Helvetia. Ia mengatakan, kau banyak bertanyak aja, kau sendiri aja di Polsek ini yang banyak kali melakukan pertanyaan,yang lain aja pada sibuk kerjaโ€.

“Kau……. aja yang selalu sibuk kali mempertanyakan semuanya, kalau kau mau nulisnya, tulis ajalah, tak peduli saya,” kata Hendrik Temaluru sambil mematikan hanphonenya.

Selanjutnya, Kru Media ini juga melakukan konfirmasi kepada Ronny Bonic, SH, SIK Kapolsek Medan Helvetia melalui selularnya, Ia menyebutkan, informasi yang telah sampai dengan saya ini, saya coba tanyakan dulu ya, soalnya saya masih di Jakarta ini,” kata Ronny Bonic, SH, SIK.

Menanggapi sikap Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, AKP Hendrik Temaluru tersebut pada saat wartawan mempertanyakan terkait ke tidak kelihatannya RRD didalam Sel Tahanan Polsek Medan Helvetia. Ia mengatakan, kau banyak bertanyak, kau sendiri aja di Polsek ini yang banyak kali melakukan pertanyaan, yang lain aja pada sibuk kerjaโ€.

“Kau……. aja yang selalu sibuk kali mempertanyakan semuanya, kalau kau mau nulisnya, tulis ajalah, tak peduli saya. Frisdarwin A.B,S.ST Ketua DPP LSM Lembaga Pemantau Perkembangan Pembangunan Indonesia (Ketua DPP LSM LP4i) mengatakan pada saat Kru Media ini meminta tanggapanya melalui Haphonenya pada hari Kamis pagi, (4/6/2015) sekira pukul 08.00 wib, ia mengatakan, jika memang seperti itu sikap Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, AKP Hendrik Temaluru menjawab pertanyaan wartawan, saya sangat sesalkan karena dia tak mauย  menjawab dengan baik pertanyaan wartawan yang seperti itu,” kata Frisdarwin.

Selanjutnya, perempuan Inisial RRD tersebut yang di tangkap oleh Polsek Medan Helvetia karena diduga kasus Narkoba. ia menyebutkan, tak layak sebagai Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, AKP Hendrik Temaluru itu jika dirinya tak mau transparan kepada wartawan,” ucap Frisdarwin.

“Saya minta Kapoldasu melalui Kapolresta Medan. “Copot” Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, AKP Hendrik Temaluru yang diduga melepaskan seorang tahanan kasus Narkoba. (MK-5)

  • Bagikan