Soal Pembiaran d’Blues Spa Tanpa Izin dan Nunggak Pajak

  • Bagikan
Spa

DPRD Tuding Kinerja Disbudpar Medan Lamban

Spa
Spa
frekuensimedia.com – Kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan dituding lamban. Pasalnya, banyak usaha berkedok hiburan malam seperti karoke, diskotik, tempat pijat (Spa) namun prakteknya melanggar aturan dan diduga kerap dijadikan prostitusi dan peredaran narkoba.
Bukan itu saja, banyak usaha hiburan dimaksud tidak memiliki izin bahkan nunggak pajak sementara pihak Disbudpar tidak pernah bertindak tegas dan terkesan ada pembiaran. Seperti halnya tempat pijat d’Blues Spa di komplek Tomang Elok ternyata beroperasi tranpa izin dan nunggak pajak.
Menyikapi hal itu, anggota komisi C DPRD Medan Zulkifli Lubis kepada wartawan, Selasa (16/9) mengatakan, sangat menyayangkan kinerja Kadisbudpar yang sangat lambat mengambil tindakan dan terkesan tutup mata.
Seharusnya, kata politisi PPP ini, Disbudpar Medan harus tanggap dan segera bertindak tegas terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan. “Jika terbukti tanpa izin, apalagi sampai nunggak pajak harus ditutup. Disbudpar dapat kerjasama dengan Sat PP untuk menertibkannya,” ujar Zulkifli.
Dikatakannya, tidak tertutup kemungkinan usaha tempat pijat d’Blues Spa menyediakan pijat ‘plus plus’. Menurut Zulkifli, usaha seperti itu dipastikan banyak beroperasi di Medan namun Disbudpar memilih tutup mata.
Untuk itu tambah Zulkifli, pihaknya (Komisi C DPRD  Medan) akan segera memanggil pihak pengelola dan Dinas Pariwisata Medan. Selain itu, terkait pemanggilan, komisi C juga sudah lama mengagendakan pemanggilan Plt Kadis Pariwisata Medan Drs Hasan Basri. “Bukan masalah lokasi tempat hiburan saja tapi juga terkait pertanggungjawaban pelaksanaan Rmadhan Fair, “ujar Zulkifli.(FR)
  • Bagikan