Polsek Medan Baru : Gara Gara Utang Pasutri,Nekat Membuat Skenario Mirip Film Sinetron.

  • Bagikan
Merekasaya penculikan
Merekasaya penculikan
Merekayasa penculikan

frekuensimedia.com – Lantaran memiliki banyak utang,dan desakan ekonomi ternyata pasangan suami istri bernama Bun Khiong,(30),dan Liliswaty (28),warga Jalan Pukat V Lorong Pisang,Medan Area.Sungguh mantap kayak cerita – cerita difilm – film sinetron dengan nekat merekayasa kasus penculikan.Bun merekasaya penculikan terhadap istrinya dan meminta tebusan sebesar uang Rp.20 jt kepada keluarganya.

Menurut keterangan yang diperoleh wartawan pada Rabu (24/6) sore.Awalnya Bun melaporkan istrinya diculik dan disekap oleh seseorang kepada keluarganya Selasa (23/6) petang.Ternyata Liliswaty yang biasanya dijemput pulang oleh Bun didepan kantor PT.Sinar Pandawa Jalan Kejaksaan, sudah menghilang.

Mengetahui hal tersebut lalu Bun kemudian memberitahu keluarganya bahwa istrinya telah diculik seseorang.Untuk meyakinkan,Bun pun menunjukkan sms dan foto dari selulernya.Sms tersebut berisi bahwa pelaku meminta tebusan uang sebesar Rp.20 Jt dan bertemu disuatu tempat.Sedangkan foto menggambarkan istrinya dalam posisi diikat dan mulutnya dilakban oleh sipelaku.

Mendapat informasi tersebut lalu keluarga Bun pun kebingungan hingga akhirnya memilih melaporkannya ke Polsek Medan Baru sekira pukul.19.00.Wib,laporan tersebut atas saran dari abang ipar Bun bernama Willy (40).Polisi langsung menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan kelapangan.Polisi juga mengkroscek pesan singkat dan panggilan yang masuk keponsel Bun Khiong.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Medan Baru,Iptu Adhi Putranto,yang dikonfirmasi wartawan mengatakan,dari ponsel Bun Khiong terlacak nomor pelaku yang meminta tebusan berada di Hotel City In,jalan Yose Rizal.Bahkan,nomor pelaku tersebut sempat memesan taksi untuk menuju hotel tersebut.Anehnya,orang yang memesan taksi itu atas nama Liliswaty.Setelah sampainya dihotel itu sekitar pukul.00.00.Wib,anggota kita langsung melakukan pelacakan.Ternyata,istri Bun berada dikamar 0609.yang lucunya dikarenakan cukup aneh bagi kami nama pemesan kamar tersebut ternyata istri Bun,terang Adhi.

Berdasarkan informasi bahwasanya Bun terus mendesak polisi agar segera mentransfer uang Rp.20 jt ke rekening istrinya,namun pelaku mengancam melalui sms akan menghabisi nyawa Liliswaty.

Sebenarnya kita sempat kebingungan,disatu sisi terdesak permintaan Bun yang meminta agar segera mentransfer uang,karena pelaku terus mendesak. Akan tetapi,kita curiga karena nomor pelaku terlacak keberadaannya dan historisnya. Jadi,kita memilih menunggu waktu hingga satu jam,ucap Adhi.

Mendapat informasi tersebut lalu kita menunggu hampir satu jam lamanya sekira pukul.01.00.WIB,tiba-tiba Bun beralasan mencurigakan dengan meminta pulang lantaran orang tuanya sakit keras,akan tetapi polisi tidak percaya dengan kata katanya sehingga akhirnya mendesak Bun untuk mengakui perbuatannya.

Tanpa pikir panjang lalu anggota kita masuk kekamar tersebut dan membukanya,alangkah terkejutnya pihak kepolisian menemukan istri Bun hanya sendirian dikamar itu dalam kondisi baik-baik saja.Lalu, setelah mengetahui penculikan ini direkayasa,kemudian kita mengintrogasi Bun hingga akhirnya dirinya mengakuinya,ungkap Kanit Reskrim Polsek Medan Baru.

Dalam penambahannya pasutri ini mengaku terpaksa merekayasa kasus penculikan karena terdesak utang yang banyak,untuk bayar utang.Mereka malu meminta sama keluarganya,sehingga menyusun rencana penculikan dan uang tebusan tersebut,ujar Adhi.akibat perbuatannya,suami istri tersebut dijerat Pasal.333 ayat 1 KUHPidana.Dengan ancaman hukumannya 7 tahun kurungan penjara,tandasnya kepada wartawan.(David)

  • Bagikan