Polemik Padamkan LPJ, Sarjana: Rawan Kamtibmas

  • Bagikan
Ketua Media Organisasi Siber Indonesia (MOSI) KABUPATEN BADUNG sekaligus KABIRO FREKUENSI MEDIA BADUNG

FrekuensiMedia.Com Bali

BADUNG-Surat Edaran Gubernur Bali, Nomor 9R Tahun 2021 tanggal 7 Juli 2021 banyak menuai polemik di masyarakat, Salah satu poinnya menyebutkan pemadaman lampu penerangan jalan (LPJ) dan lampu di tempat umum saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Bali pukul 20.00 Wita.

Tokoh Desa Adat Legian, Dr. Drs. Nyoman Sarjana, M.Ikom yang dikenal sebagai tokoh pendidikan ini tidak sependapat dengan hal tersebut.

“Saya kurang setuju dengan pemadaman LPJ tersebut, Ini sangat berbahaya, Akan terjadi banyak kriminalitas, Sekarang dengan usaha tutup saja sudah ngeri apalagi kalau LPJ mati, Saya tidak bisa bayangkan apa yg akan terjadi” kata Sarjana.

Menurutnya, yang terjadi saat ini apakah ada patroli keliling yang memberikan edukasi dari petugas desa ke masyarakat jika ada pelanggaran, tentang bagaimana yang seharusnya dilakukan agar tidak terjadi yang tidak diinginkan, bahkan rencananya maunya berbuat baik untuk mengamankan malah diamankan polisi.

“Masyarakat Legian, Kuta dan seminyak yang ada didestinasi pariwisata sudah bingung jangan diperparah lagi, Apa motivasinya? Apakah karena anggaran yang membengkak maka dilakukan penghematan?,” tanya Sarjana.

Menurutnya PPKM Darurat tetap harus dipatuhi namun LPJ tidak harus dimatikan, Karena akan berdampak pada kamtibmas di masyarakat seperti kecelakaan dan pembegalan.

“Yang lebih penting disiplin menjaga pintu masuk Bandara maupun Pelabuhan, agar yang masuk ke Bali. Benar-benar orang yang bebas covid. Bila perlu ada pengecekan ditempat. Ojo percaya dengan surat yang dibawa. Karena ada info surat bisa didapat tanpa harus tes. Sesekali ada misterius guest untuk mengecek kedisiplinan petugas berupa operasi mendadak (Fabian)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

66 + = 76