Polda Sumut Sita Ratusan Sparepart Palsu Sepeda Motor.

  • Bagikan

frekuensimedia.com – Saat ini banyak beredar spare part palsu sepeda motor di pulau Sumatera.Ada yang diproduksi di Indonesia dan Tiongkok, lalu dikemas menggunakan packing merk Honda dan Yamaha.

“Produksi spare part palsu ini sudah beroperasi selama tiga tahun,pemasarannya mulai dari Medan, Aceh, Padang (Sumatera Barat) dan Riau,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Kasubdit I/Indag AKBP Frido Situmorang kepada wartawan.

Dijelaskannya, gudang pengemasan (packing) spare part palsu itu berada di Dusun VII BTN Sukamaju Indah Sunggal, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang dan sudah digerebek pada Jumat (17/4).

Dari gudang merangkap toko itu, petugas menyita ratusan jenis spare part sepeda motor merk Honda dan Yamaha palsu produk Tiongkok dan lokal.

“Pengusahanya sedang tidak berada di tempat saat penggerebekan, hanya pekerja sedang melakukan packing. Namun demikian, kita sudah panggil pemilik berinisial A untuk menghadiri pemeriksaan. Tiga karyawannya juga sudah kita periksa,” kata Haydar.

Diterangkannya, modus yang digunakan pelaku dengan membeli spare part sepeda motor dari Tiongkok kemudian membeli kemasan merk Honda dan Yamaha, lalu spare part palsu itu dibungkus dengan kotak merk Honda dan Yamaha, sehingga spare part tersebut seolah-olah asli produk Honda dan Yamaha.

Dari keterangan pihak distributor Honda dan Yamaha yang datang ke Poldasu, sambung Ahmad Haydar, bahwa spare part produk “A” itu palsu dan sangat kentara perbedaan dengan aslinya, baik dari segi warna (spare part palsu warna hitam sedangkan asli abu-abu dan kemulusan).

“Seperti packing blok, produk palsu ringan dan tipis kemudian warnanya putih mengkilat, sedangkan asli berat dan warna agak metalik, demikian juga jenis lainnya,” terang Haydar.

“Di Medan, ada dua toko penjualan spare part palsu itu yang merangkap sebagai distributor, yakni di Komplek Perumahan Sunggal Indah,” katanya.

Adapun spare part palsu yang disita antara lain piston kit, packing, rantai teming bel, kampas rem, blister kampas rem, kain klos, blok dan lain-lain serta satu mesin pres, 5 papan cetak kemasan kampas rem depan dan belakang dan kain klos serta dua buah pres plastik. Dalam sepatu rem palsu itu ada tertulis Nisin.

“Pemilik merk Honda dan Yamaha dari Jakarta sudah membuat pengaduan resmi dan sedang kita mintai keterangan,” ujar Haydar.

Pengusaha spare part palsu itu disangka UU No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pasal 62 ayat (1) dan UU No.15 tahun 2001 tentang Merk, pasal 120 ayat (1) dan (2) UU RI No.3 tahun 2014 tentang perindustrian juga akan dilakukan penerapan UU money laundering (pencucian uang).

“Kita memperkirakan, pemiliknya sudah banyak mendapat keuntungan dari penjualan spare part palsu ini, sehingga kita akan menerapkan UU Pencucian Uang supaya kita sita rekening yang bersangkutan,” pungkas Haydar.

Dia mengaku belum mengetahui harga spare part palsu itu dijual per unit. Sedangkan gudang serta toko pengemasan dan penjualan spare part palsu itu sudah dipasangi police line.(David)

  • Bagikan