Penipu Berkedok Pejabat Beraksi dengan Sistem Sel

  • Bagikan
Ilustrasi

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Sindikat penipuanย berkedok pejabat yang ditangkap Tim Unit II Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Senin 15 Juni 2015 sangat terorganisir dan profesional.

Pengendali sindikat membawahi 3 kelompok yang masing-masing memainkan peran sebagai pembuat dokumen, penelepon korban, dan penarik uang transferan hasil kejahatan dari ATM.

“Jadi mereka ini sindikatnya sama, itu-itu saja orangnya. Ada yang bagian bikin KTP lalu membuat rekening ke bank, ada bagian nelepon untuk lobi-lobi korban, ada yang bagian ambil duit dari ATM,” ujar Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/6/2015).

Kelompok penelepon yang mengaku sebagai pejabat masih dalam pengejaran pihak Kepolisian. Kanit II Subdit Jatanras Kompol Arsya Khadafi mengatakan sindikat ini menerapkan sistem putus sel (kelompok). Jadi masing-masing kelompok tidak saling mengenal dekat karena dalam tiap kelompok memiliki 1 koordinator yang mengendalikan mereka.

“Ini jaringan selnya terputus. Masing-masing anggota tidak kenal anggota kelompok lain karena kalau mau komunikasi ada yang mengkoordinir. Untuk pemimpin mereka, D dan AD, masih masuk DPO (daftar pencarian orang),” ujar Arsya.

7 Tersangka

Dari 10 orang yang diamankan saat penangkapan, polisi menetapkan 7 orang sebagai tersangka kasus penipuan. Mereka adalah AA (33), A (35), RA (28) yang berperan menarik uang dari mesin ATM. Lalu HP (31), DA (20), DM (26) alias Opai dan YR (26).

“Saat penangkapan ada anak yang masih kecil dan istri tersangka, mereka kami bebaskan karena tidak bersalah dan kasihan,” ujar Kanit II Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Iptu Rovan yang ikut saat penangkapan.

Sementara itu, dari pemeriksaan mendalam, seorang pria berinisial AR terbukti tidak terlibat. Ia hanya ada di lokasi dan ikut berpesta narkoba saat aparat menggrebek rumah rekannya di Beji, Depok. Hingga ia akhirnya dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkotika (Ditresnarkotika) Polda Metro Jaya untuk diproses sesuai perbuatannya.

“1 Orang lagi tidak termasuk kelompok ini, tapi dia ikut memakai narkoba, jadi kami limpahkan ke Dit Narkoba,” imbuh Rovan.(Kontra)

  • Bagikan