Pendeta Dr Jhon Ki Tov Silitonga M.Th Sebut Saat Ini BKAG Kota Medan Dengan Paradigma Baru

  • Bagikan

MEDAN | Frekuensimedia.com

Pendeta Dr Jhon Ki Tov Silitonga, M.Th terpilih sebagai Ketua Umum Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Medan, melanjutkan  kepengurusan masa bhakti 2019-2023 menggantikan alm. Pdt. Sunggul Sirait,MTh.

Pemilihan ini digelar dalam Sidang Lengkap Istimewa di GBKP Km 8 Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan  yang mengusung tema, “Kita semua adalah Satu,” yang berlangsung pekan lalu 14 Pebruari 2021 dengan agenda inti Pengesahan Revisi Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga, pemilihan Ketum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum serta Pengurus Lengkap lainnya.

Pendeta Dr Jhon Ki Tov Silitonga, M.Th mengatakan Sidang Lengkap Istimewa ini diikuti oleh 34 denomasi Gereja di Medan yang terdaftar di BKAG Kota Medan.

Sebagai Ketua Umum terpilih, Pendeta Dr Jhon Ki Tov Silitonga, M.Th mengatakan bahwa yang mendesak saat ini untuk dikerjakan yaitu bagaimana mempersatukan Gereja – gereja dari denominasi Gereja di Medan dari segala perbedaan serta menjalankan dengan sungguh-sungguh moto dan visi BKAG.

“Yang paling mendesak adalah bagaimana membangun persatuan dan kesatuan antar gereja-gereja di Medan sebagai pengikut Kristus,” ujarnya.

Soal klaim mengklaim yang didengungkan sebagian kecil oknum-oknum yang masih bertahan menganggap sidang istimewa pelangi masih ada, Korwil GKPI Medan ini berujar, itu hanya riak-riak kecil, dan biasa dalam dinamika berorganisasi, sekarang hanya satu BKAG Medan yang berkantor di Jalan Gambar no 79 Teladan Medan,” imbuhnya.

“BKAG Kota Medan yang sekarang sudah sangat solid karena didukung gereja-gereja mainstream atau gereja arus utama yang memiliki massa yang cukup besar, ditambah lagi pengurus lengkap yang sangat gemuk dan di isi orang-orang yang berkompeten dari berbagai disiplin ilmu, jadi gak melulu dari kaum rohaniawan atau pendeta,” kata Dosen dibeberapa sekolah Teologia ini.

 

BKAG Kota Medan dengan Paradigma barunya akan mampu menjadi garda terdepan dalam melayani gereja-gereja anggota dan umat kristiani kota medan secara umum, serta akan menjadi mitra sentral dari pemerintah dalam membangun kota medan yang penuh dengan keberagaman ini, “saya sebagai ketua umum BKAG Kota Medan, berusaha mengakomodir dan mengelola sumberdaya manusia yang ada di dalam pengurus lengkap BKAG Kota Medan menjadi sebuah kekuatan raksasa yang akan mendorong terjadinya transformasi kota yang beradab bermartabat dan religius, biar ini menjadi harapan kita semua, jadi BKAG sebagai mitra sentris pemerintah bukan hanya mengharapkan anggaran atau bergerak hanya pada musim paskah dan natal seperti selama ini yang kita lihat.”

Kami mendesain sebuah program harian di BKAG Center yaitu di Jalan Gambar no 79 teladan kecamatan medan kota, sekali lagi saya tegaskan BKAG Kota Medan sekarang dengaan paradigma barunya akan menjadi motor penggerak dalam melayani umat Kristen di kota medan ini.

Dibawah Departemen ada komisi-komisi yang sudah terbentuk dan ini akan menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program 3 Pilar Pelayanan BKAG Kota Medan.

Pilar pertama yaitu Kerohanian,dengan pelayanan kerohanian yang sehat diharapkan akan menjadi modal kuat mendorong terjadinya transformasi kota yang beradab dan bermartabat.

Pilar kedua yaitu Program Kesehatan, dimana BKAG akan menjadi salah satu wadah yang sangat peduli dengan kesehatan bagi umat yang ada di kota Medan secara khusus,

Pilar ketiga pendidikan, generasi muda kita akan terjun bebas dalam era global masa kini kalo kita tidak memperhatikan pendidikan yang bermutu dan sehat bagi mereka,BKAG akan segera meluncurkan program Beasiswa bagi yang tidak mampu,dan dana ini dikelola secara swadaya oleh BKAG kota medan dari sumbangan sukarela dari anggota dan simpatisan dan sudah dapat berjalan bulan juli ini.

Pendeta Dr Jhon Ki Tov Silitonga, M.Th berharap agar ke depan, BKAG Medan ini dapat menjadi wadah pemersatu bagi gereja-gereja di Medan sehingga dapat menjadi saluran berkat dan menjadi mitra pemerintah dalam membangun kota ini katanya optimis menutup wawancara. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

52 + = 58