Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kabupaten Badung,Terima Audiensi Ketua DPC (mosi) Badung Dr.Drs.I Nyoman Sarjana,M.I Kom, dan Donnox Wong Kabiro Frekuensi Media.com Bali

  • Bagikan
Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) kabupaten Badung Terima Audiensi Ketua DPC (mosi) dan Kabiro frekuensi media.com beserta jajaran

Frekuensi Media.com Bali

Denpasar,Senin 7 Juni 2021-Dalam pertemuan audiensi ini ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Dr. Drs. I Gede Rudia Adiputra, M.Ag. sbg Ketua Harian Parisada Kab. Badung, mengatakan agama di Indonesia berlambang Tuhan bukan buatan manusia,dan agama adalah kebenaran.beliau juga mengatakan tentang pembakaran mayat yang telah meninggal atau disebut dengan nama’tradisi NGABEN’yang artinya ritual umat Hindu Bali yang tergolong sebagai Upacara Pitra Yadnya atau ritual yang ditujukan kepada leluhur. Terdiri dari beberapa rangkaian upacara termasuk kremasi atau prosesi pembakaran jenazah. Upacara ini biasanya digelar setelah beberapa hari sejak salah satu warga meninggal dunia atau setelah beberapa tahun sejak hari meninggalnya seseorang.Tradisi Ngaben yang dilakukan setelah beberapa tahun kematian biasanya jasad dikubur terlebih dahulu. Menunggu hingga tiba hari baik yang telah diyakini dan ditentukan untuk melaksanakan upacara ini. Ritual Ngaben bisa dilakukan secara perorangan, keluarga besar, satu banjar maupun satu desa. Kesemua prosesnya tersebut disesuaikan dengan tingkat kemampuan ekonomi seseorang.

Pertemuan Audiensi Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung, Dr. Drs. I Gede Rudia Adiputra, M.Ag.

Dan ada juga upacara Melasti,yang merupakan upacara adat yang bertujuan untuk menyucikan diri dan membersihkan alam dari energi negatif.Upacara Melasti dinilai mampu membimbing umat Hindu dalam menjaga hubungannya dengan aspek Tri Hita Karana, yang artinya menjalin hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.Upacara Melasti merupakan pembersihan bhuwana agung (makromokosmos) atau jagat raya, baik dari diri sendiri atau alam semesta. Melasti juga bertujuan untuk mencari air kehidupan guna menyucikan diri dan menyingkirkan sifat buruk.Selain itu, Melasti juga menjadi bentuk permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa agar umat Hindu diberikan kekuatan dalam melangsungkan Hari Raya Nyepi.dan dimasa pandemi ini upacara adat Sangat berpengaruh untuk dilaksanakan,tapi pelaksanaan agama tetap berjalan,ungkap Dr. Drs. I Gede Rudia Adiputra, M.Ag.  Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kabupaten Badung.(A.A Sipayung)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

+ 55 = 62