OPD Harus Jeli & Faham Program Prioritas Pandemi Covid-19

  • Bagikan

Frekuensimedia-Medan:  Sekretaris Daerah Kota Medan (Sekda) Kota Medan Ir H Wiriya Alrahman meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemko Medan agar dapat memaklumi kondisi keuangan Pemko Medan saat ini dan tidak memaksakan melaksanakan kegiatan mengingat fokus Pemko Medan sekarang untuk melakukan penanganan wabah Virus Corona (Covid-19) di Kota Medan sehingga semua upaya dan anggaran telah dialokasikan untuk penanganan tersebut.

Hal ini diungkapkan Sekda saat memimpin Rapat Pengarahan Atas Pelayanan Masyarakat dan Laporan Kondisi Keuangan Pemko Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan Jl Kapten Maulana Lubis Medan, Kamis (18/6) pagi. Rapat yang diikuti pimpinan OPD dan Camat Se Kota Medan ini membahas strategi dan langkah Pemko Medan dalam menghadapi situasi yang berat ditengah pandemi ini.

Sekda dalam arahannya mengatakan, pimpinan OPD harus jeli dan memahami kegiatan mana yang mendesak harus dilaksanakan mana yang masih bisa ditunda. “Kita selaku pimpinan OPD harus jeli dan paham mana yang prioritas, mana yang harus betul-betul dilaksanakan mengingat ketersediaan kas tidak banyak dan harus betul-betul dihemat agar Pemko Medan dapat tetap bertahan ditengah pandemi ini. Kebutuhan kita sekarang difokuskan menangani Covid-19 agar segera selesai dan tidak mewabah lagi,” ungkap Sekda.

Senada dengan Sekda, Kepala Inspektorat Kota Medan Ikhwan Habibi Daulay juga mengatakan OPD jangan dulu melaksanakan kegiatan yang tidak bersifat mendesak. “Disini kebijakan kita selaku pimpinan OPD diuji. Saya berharap kepala OPS mampu membuat skala prioritas mana kegiatan yang bersifat mendesak mana yang bersifat dapat ditunda. Hal ini dilakukan agar roda pemerintahan tetap dapat berjalan meski banyak kerikil yang menghadang selama pandemi ini. Saya juga mengingatkan pelaporan pertanggungjawaban tetap harus diperhatikan,” sebut Ikhwan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan Tengku Sofyan, memaparkan kondisi pendapatan Pemko Medan saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Selama ini PBB dan Pajak Restoran merupakan primadona pendapatan Kota Medan sekarang mengalami penurunan akibat yang ditimbulkan dari merebaknya wabah Virus Corona sehingga pendapatan Pemko Medan perbulan kurang dari 10% dari biasanya. Hal ini mengakibatkan terjadi defisit sebesar 24 Miliyar / bulan,” papar Sofyan.

Tidak hanya dari sektor pajak, namun juga sektor dari dana bagi hasil yang biasanya diterima dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengalami penurunan, padahal dari dana bagi hasil tersebut biasanya dialokasikan untuk memenuhi belanja pegawai. “Dana bagi hasil Pemprovsu kini juga tidak dapat menutupi kekurangan yang kita butuhkan. Tidak dapat juga dipungkiri Pemprovsu juga mengalami kesulitan dari hasil pendapatan mereka. Pajak kendaraan yang menjadi primadona pendapatan Pemprovsu juga mengalami penurunan. Untuk itu, kita harus lebih mengencangkan ikat pinggang tahan dan lakukan skala prioritas serta cermat dalam menggunakan anggaran,” papar Sofyan.(RF)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

11 − 4 =