MOSI ( Media Organisasi Siber Indonesia) Dampingi Korban Penculikan, Penganiayaan Melapor di Poldasu

 

Frekuensi Media.Com, Sumatera Utara

       Franky Manalu, selaku Ketum DPP MOSI di dampingi oleh Ketua DPD MOSI SUMUT Yarman Gulo, M.Pd.K Waket Bona Purba M.Pd, Sekretaris DPD SUMUT Manaek P. Tambunan Amd, dan Pengurus KESRA MOSI Eka P., mendatangi Markas Polda Sumutera Utara (Mapodasu) untuk mendampingi pelaporan korban penculikan, pemerasan, penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) terhadap korban saksi pelapor berinisial SI , pada hari Jumat 05 Maret 2021 sekitar pukul 14.00 WIB

       Menurut kesaksian pelapor korban, bahwa yang menimpanya Kamis, 25 Februari 2021sekitar PKL.23.30 WIB, disaat ia keluar rumah menemui seseorang yang dikenalnya nama samarannya “Tompel” mengajak ketemu di Jl.Dwikora Dekat Parit Busuk Sampali Medan. Namun ketika ia tiba di lokasi si “Tompel” tidak ada atau kabur. Tetapi para Penculik sejumlah 5 orang pria, salah satu ada yang mengaku sebagai oknum Polisi ciri-cirinya kurus tinggi berambut pendek ikal ini, menyergapnya dan membawanya ke dalam mobil menuduh Korban SI sebagai pemakai narkoba, dan korban tidak mau karena memang ia tidak menggunakan Narkoba, si Korban diapit oleh (5) lima orang para penculik ini, Korban (SI) dipukul dan dianiaya oleh para Penculik di dalam mobil itu agar ia menyerahkan uang sebesar Rp. 20.000.000 bila dia ingin selamat dan dilepaskan.

       Kemudian mereka berhenti di daerah Jalan Yos Sudarso Km 10,5 di depan PT. Growth Sumatra Industry/Pabrik Besi, disana korban dipukuli dan diseret sampai babak belur dan luka-luka. Para Pelaku mengambil handphone Saksi Korban untuk mengelabui aksi mereka. Kemudian para pelaku mengubungi orang tua korban yang nomor handphonenya tertera di daftar kontak handphone tersebut, meminta uang tebusan anak mereka SI.  Karena berada dalam ancaman dan ketakutan maka keluarga korban (ayah dan ibu) menyanggupi uang tebusan tersebut sekitar pukul 04.30 WIB esoknya Jumat 26 Februari 2021 dan kemudian datang ke lokasi dan menyerahkan uang tebusan sebesar Rp.20.000.000, kepada para pelaku. Setelah para pelaku menerima sejumlah uang yang sejumlah permintaaan mereka, maka mereka mengancam keluarga agar peristiwa ini jangan dilaporkan kepada pihak mana pun agar masalah si Korban tidak menjadi lebih besar, lalu kabur membawa uang sebesar Rp. 20.000.000 tersebut.

       Dan untuk menutupi jejak aksi mereka para penculik ini ikut juga membawa handphone si Korban (SI). Tetapi ibarat pepatah bilang “sepandai-pandainya tupai melompat maka pasti jatuh juga”, karena sesuatu petunjuk yang dapat digunakan untuk menemukan jejak mereka bahwa di sekitar lokasi ada CCTV. Tetapi karena korban dan keluarganya merasa telah diculik, dianiaya dan diperas, maka esok harinya pihak keluarga korban memberanikan diri menceritakan peristiwa ini kepada Ketum DPP MOSI Frenky Manalu, dan setelah mencoba memahami peristiwa ini dari keterangan Korban  maka Ketum DPP MOSI bersama Tim dari dari DPD Sumut bergerak mendampingi korban untuk melaporkan di SPKT Poldasu.

Ketika dikonfirmasi hal ini kepada Ketum DPP MOSI, beliau mengatakan dalam hal ini sangat mengapresiasi aparat kepolisian karena tanggap mau menindaklanjuti kasus ini dan dalam Lidik serta menerapkan UU Nomor 1 Tahun 1946 , KUHP pasal 333 dan 368, sesuai yang tertera di STPL: Nomor 491/III/2021/Sumut/SPKT I tanggal 5 Maret 2021, dan besar harapan bahwa pihak kepolisian bisa mengungkap dan menangkap para pelaku dalam waktu yang cepat karena semua bukti-bukti awal dan petunjuk sudah diserahkan kepada penyidik untuk ditindaklanjuti (Tim/red)