Mengaku Ketua IPK Tanpa Sebab Keroyok Dan Aniaya Wartawan.

  • Bagikan
Kekerasan atas wartawan.
Kekerasan atas wartawan.
Kekerasan atas wartawan.

frekuensimedia.com – Jumat (22/5) pkl. 24.00 wib seorang wartawan mendatangi Polresta Medan dengan mengendarai sepeda motor dan juga membawa 2 orang laki – laki remaja untuk membuat Laporan Polisi (Pengaduan). Dimana wartawan tersebut menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan. Dua (2) orang yang dibonceng tersebut merupakan saksi ditempat kejadian. Dalam Laporan Polisi : STTLP / 1300 / V / 2015 / SPKT  RESTA MEDAN an :  ARS warga Jalan Mesjid Gg. Tapanuli No. 50.F Sei Agul Medan Barat – Medan.Melaporkan telah terjadi peristiwa / perkara penganiayaan yang dilakukan secara bersana-sama yang dialami ARS di Jalan Pegadaian Palang Merah Ningnong Medan. Pelaku 5 (lima) orang laki-laki yang tidak dikenal, namun salah satu orang mengaku Ketua IPK setempat.

Dari kronologis kejadian yang diceritakan korban, bahwa korban mulanya duduk di warung kopi di Jalan Pegadaian Palang Merah Ningnong  depan  Uniland.

Di warung sudah banyak pekerja kebersihan kelurahan yang duduk  makan dan minum,sebagian ada juga pekerja-pekerja yang bermain domino sambil iseng. Dalam kesibukan masing-masing palanggan warung, salah seorang pelanggan warung yang dikenal bermarga Pasaribu pergi keluar dan kembali duduk persis didepan ARS. Pasaribu mengadu kepada ARS bahwa dia (Pasaribu) telah dipukul dan mau dirampok di Jalan Pegadaian depan Kios Buku Bekas. Karena ARS kurang percaya dengan aduan si Pasaribu,Pasaribu mengajak  ARS untuk nelihat dan membuktikannya, namun ARS tidak ada melihat satu orangpun ditempat yang dihunjuk Pasaribu. Kemudian ARS dengan Pasaribu kembali ke warung,tak lama kemudian Pasaribu pergi sendiri keluar warung,dan kembali mengadu kepada ARS dengan mengatakan bahwa  sudah ada 5 orang yang memukulnya tadi dilorong.

ARS pun mengajak Pasaribu untuk sama-sama melihatnya,namun sesampai ditempat yang ditunjuk Pasaribu, tanpa tanyak ARS ditendang tepat di dada hingga ARS pun terjatuh dijalur rel kereta api dan ARS pun berlari ke arah warung untuk meminta tolong. Namun ARS terus dikejar sambil dipukuli dengan kayu panjang.Ke 5 (lima) orang tersebut terus memukuli dan membalok kepala ARS dengan kayu ukuran 1 x 2 hingga ke dalam warung. Para pelanggan warung yang berada didalam diam dan tak berkutik karena salah satu dari ke 5 (lima) orang tersebut mengatakan bahwa dia ketua IPK setempat. Dan juga pelanggan warung ada yang kenal dengan ke 5 (lima) orang itu hingga pelanggan warung tidak berani melerai.

Pengakuan ARS mengatakan seorang yang mengaku ketua IPK  itu mengeluarkan sebilah pisau dan akan menikam ARS.Namun karena ARS memohon supaya jangan ditikam,ARS tidak jadi ditikam. Perlakuan tersebut ada sampai beberapa kali dilakukan  hingga membuat ARS pucat ketakutan.
Setelah puas mengeroyok dan menganiaya ARS dengan Pasaribu, ke 5 (lima) orang  tersebut meninggalkan warung dan pergi entah kemana.Tak lama setelah kepergian ke 5 orang itu,ARS mengajak 2 (dua) orang pelanggan untuk pergi ke Polresta Medan membuat Laporan (Pengaduan).Ke 2 orang  tersebut dikenal ARS bernama  DARWIN SILALAHI warga jalam Gaharu dan NATARIUS LAOLI warga jalan Gaharu juga.
ARS meminta kepada Kapolresta Medan untuk segera menindak lanjuti laporan ARS, karena ARS juga seorang wartawan yang ber Unit Polresta Medan. Kiranya Kapolresta Medan berpihak  kepada hukum dan keadilan.(Kontra 01)
  • Bagikan