SUMUT  

Masyarakat Geger Tanah/Bangunan Didiami Puluhan Tahun Di Rampas Djohansyah Joko.

Rumah Di Gang Murni yang dikliam Johansyah Joko.
Rumah Di Gang Murni yang dikliam Johansyah Joko.
Rumah Di Gang Murni yang diklaim Johansyah Joko.
rumah yang diklam Johansyah Joko.
Rumah yang diklaim Johansyah Joko.

frekuensimedia.com – Beberapa Rumah yang terletak di Gang Murni,lingkungan V,kelurahan Sei Putih Timur I,Kecamatan Medan Petisah Kota Medan,yang dihuni pemilik kurun waktu puluhan tahun dan sudah didiami tiga generasi,dirampok oleh Jhohansjah Joko dengan menerbitkan SK camat dengan Nomor 594/12/SPT-I/MDN/IIV/2013 dan masih banyak Sk Camat yang sudah diterbitkan hanya berdasarkan surat ganti Rugi yang hilang sesuai laporan kehilangan di Polresta Medan dengan No.SKTLK/9229/B/VI/2013/SPK/RESTA MEDAN,tanggal 10 Juni 2013.Sementara Surat Silang Sengketa (SS) yang lazim digunakan guna pengurusan fisik tanah terjadi manipulasi yang tersistim sitemik dengan rapi melibatkan pihak kepling,kelurahan dan kecamatan.

Tanah bangunan yang dirampas oleh Jhohansjah Joko tidak tanggung-tangung meliputi rumah nomor 2,4,6,8,10,12,dan 14 dan tidak ada ganti rugi sama sekali bagi para penghuni rumah tersebut,bahkan Jhohansjah Joko pada bulan Febuari 2013 pernah mengundang pemilik rumah dengan memakai jasa kepling dan lurah guna pengurusan surat-surat tanah bangunan,yang ditolak oleh pemilik.Para pemilik pun merasa keberatan dengan tingkah Jhohansjah Joko dan pihak kelurahan maka mereka menaikan berita disalah satu koran Nasional,tertanggal 08 Juli 2013 guana maksud sebagai pemblokiran sampai ada penuntasan masalah.Akan tetapi pihak kelurahan tetap ngotot untuk menerbitkan SS 01 Juli 2013 yang ditanda tangani oleh Suheni selaku kepling lingkungan V dan Firza Putra selaku Lurah Seiputih Timur I.Secara marathon seolah – olah tanpa hambatan SK camatnya pun keluar tertanggal 01 Agustus 2013.

Aneh pihak kelurahan mengundang para pemilik rumah sampai tiga kali berturut – turut yang tidak dihadiri dikarenakan sang pemohon belum memiliki apa pun terkait surat tanah,kenapa berani mengeluarkan Surat Silang Sengketa?.

Adapun masyarakat mengetahui hal ini dikarenakan pembayaran SPPT Tahunan mereka yang selama ini bayar atas nama mereka tiba – tiba berubah atas nama Jhohansjah Joko pada tahun 2014,yang mana para pemilik ramah memohonkan kembali pada Dispenda kota Medan untuk menjadi atas nama mereka dan tahun 2015 sudah atas nama pemilik kembali.

“Kami disodorin undangan dengan surat yang menyatakan bahwa rumah ini milik Jhohansjah Joko dan dicamtumkan nilai ganti rugi rumah kami senilai Rp.67.500.000,-,dengan uang muka Rp.20.000.000,- dibayar dalam tiga tahap.dan dianggap lunas bila pembayaran sesuia dengan jumlah yang disepakati.Jelas kami tidak mau dasar apa dia kok seenak udel menentukan harga?,sementara dia belum memiliki surat dan dia bukan warga sini.Kenapa sekarang dia memiliki SK camat,aneh ada permainan yang cukup tersystem untuk merampas tanah bangunan kami,Kami akan berjuang untuk mempertahankan hak kami sampai keadilan ada dipihak kami.” beber warga.

Sampai saat ini masyarakat masih geram dengan kelakuan kepling mereka Suheni dikarenakan otak dari runtutan peristiwa ini.(Kontra 01)