Listrik Sering Padam, Masyarakat Resah

  • Bagikan

Frekuensimedia.com – Beberapa waktu ini, dibeberapa kawasan Kota Medan terjadi pemadaman listrik selama berjam-jam. Hal ini membuat masyarakat resah, terutama kaum ibu karena mengganggu aktivitas mereka dalam rutinitas mengurus rumah tangga, misalnya menstrika dan mencuci pakaian. Disamping itu, barang barang elektronik rumah tangga mereka terancam rusak.

Salah seorang warga Jalan Pasar III Barat Kelurahan Rengas Pulau Medan Marelan Ibu Nurhayati Minggu (17/3) mengungkapkan, pemadaman listrik PLN sangat merugikan masyarakat karena banyak pekerjaan terkendala, sehingga rutinitas rumah tangga secara otomatis mogok.

“Setiap pagi, sebelum subuh saya sudah bangun langsung jerang air dan mencuci pakaian. Terkadang, karena siang hari terlalu sibuk mencuci pakaian sering saya lakukan pada malam hari. Pekerjaan itu terpaksa ditunda karena gelap, lampu LED (cas ulang) hanya mampu bertahan satu jam,” ungkap ibu paruh baya ini.

Dijelaskannya, pemadaman listrik memang bisa dengan mudah diatasi misalnya dengan menghidupkan mesin genset (mesin pembangkit listrik mini), tapi itu hanya untuk kalangan tertentu saja yaitu kalangan orang orang berduit. Sedangkan menurutnya, bagi masyarakat ekolem (ekonomi lemah dan masyarakat menengah kebawah), membeli mesin genset sesuatu yang sangat mahal. “Bagi kami,” terang ibu Nurhayati,

“Bisa pasang meteran PLN dirumah sudah bersyukur, konon pula beli mesin genset. Beli minyaknya saja kami sudah keteteran, karena kami keluarga miskin. Saya tukang cuci pakaian (babu) dari rumah kerumah, sedangkan suami saya kuli bangunan. Hidup rumah tangga kami sangat bergantung kepada PLN,” ujarnya.

Dia berharap, PLN tidak melakukan pemadaman pada bulan Ramadhan nanti karena ketika itu seluruh masyarakat khususnya kaum muslimin muslimat sangat membutuhkannya. Listrik turut menentukan ke khusyukan umat Islam ketika menunaikan ibadahnya di Bulan Ramadhan.

“Kita ingin PLN selama Ramadhan tidak ada gangguan, tidak padam. Kalau PLN sering sering padam, Mau sholat tarawihpun tidak khusyuk, berbuka puasa bersama keluarga dan sahur tidak nyaman. Kami kaum ibu, mendoakan semoga mesin pembangkit listrik PLN sehat wal afiat tidak ada gangguan,” pungkasnya.

Berkaitan dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan Kuat Surbakti, S.Sos Senin (18/3) mengatakan, PLN harus dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat pelanggan. Masyarakat sudah melaksanakan kewajibannya (membayar rekening listrik), jika mereka mengabaikan kewajiban itu maka akan terkena konsekuensinya sebagai pelanggan.

“Maka saat ini, PLN punya kewajiban melaksanakan hak-hak para pelanggan yaitu pelayanan yang optimal. Kewajiban mereka membayar sudah ditunaikan, karena itu penuhi hak-hak mereka.Jika PLN sering-sering padam, selain merusak citra kinerja juga menurunkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemadaman listrik apapun itu penyebabnya bisa menimbulkan berbagai bahaya (kerugian) dijalanan maupun rumah-rumah penduduk. Jika listrik padam maka LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) otomatis juga turut padam, jalanan jadi gelap gulita, rawan kecelakaan dan rawan kejahatan.

“Bahaya konslet listrik juga bisa terjadi ketika listrik tiba-tiba menyala. Karena tidak semua masyarakat faham listrik sebagian besar mereka masih belum faham tentang jaringan listrik maupun arus pendek,” ungkapnya diruang kerjanya.

Dikatakannya, kondisi PLN saat ini dapat dimaklumi mungkin sedang perbaikan untuk persiapan bulan Ramadhan. Mungkin pemadaman sementara yang dilakukan dalam rangka untuk hal itu, sehingga pelayanan demi pelayanan dalam rutinitasnya, PLN mengalami peningkatan. (FM)

  • Bagikan