Langgar UU Pers No.40 Thn 1999,Para Security DPRDSU Lecehkan Jurnalis.

  • Bagikan
Jurnalis vs Sekurity DPRD Sumut
sappam
frekuensimedia.com –  Pengusiran terhadap wartawati terjadi kembali, ternyata UU Pers No.40 Thn 1999, belum gencar disosialisasikan di DPRDSU. Terbukti dengan adanya kasus pengusiran paksa wartawati DPRDSU oleh Kepala Security DPRD Sumut beserta rekanya pada Rabu siang (22/04).
Adapun kronologinya seorang wartawati yang baru saja masuk ke Gedung DPRDSU charger hpnya yang lowbet diseputaran tangga lantai satu dan menunggunya disitu sambil melakukan tugas jurnalisnya. Kemudian datang dua orang security mengusir wartawan tersebut karena duduk dipinggir anak tangga terakhir,merasa kegiatan jurnalisnya masih terkendala dengan batre hp yang sedang di charger wartawati memohon agar diberi waktu sebentar,karna lagi charger hpnya yang lowbet.Security itupun pergi, namun datang kembali sambil membawa seorang kepala security untuk mengusir siwartawati.Adu mulutpun tak terelakan terjadi antara wartawati dan kepala security,keinginan diberi waktu sebentar menunggu hpnya yang lagi di cas, tetapi kepala security yang kian arogan tanpa basa-basi menyeret paksa wartawati dari dalam gedung. Wartawati menanyakan kepada kepala security tentang siapa yang membuat peraturan ini, dijawab oleh kepala security bahwa yang membuat peraturan ini adalah Ketua (maksudnya Ketua DPRDSU, Ajib Syah).
Kepala Security yang Arogan itu menyeret paksa siwartawati,yang dibantu oleh dua anggotanya, sambil berteriak dengan lantang membentak dan serta mengancam,”Usir ! orang ini, dan jangan kasih masuk lagi ke Gedung DPRD ini!,”. “Ini rumah rakyat,” kata wartawati. ” Saya rakyat,” kata kepala security. “Buka bajumu, dan jangan makan uang rakyat kalau kau jadi rakyat,” kata wartawan kemudian.
Menilik dari kinerja security dalam pengamanan sesuai protap,maka dapat dipertanyakan sejauh mana kapasitas para pengaman (security) DPRDSU? Sudahkah mereka direkut untuk dapat melakukan tugas dengan penuh dedikasi berkenaan dengan tamu,undangan dan terlebih insan pers dalam hal peliputan sebagai jurnalis sesuai dengan UU Pers No.40 Thn 1999?,atau para pengamanan direkut dari jalanan (Bandit,red) dan difungsikan sebagai pengaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara.? Atau para pengamanan yang bertugas di gedung dewan terhormat sudah melakukan sesuai petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang disesuaikan dengan selera para anggota dewan yang terhormat dalam mengkebiri para jurnalis.?
Akibat insiden pelecehan jurnalis dalam melakukan Tupoksinya sesuai dengan UU Pers No.40 Thn 1999 serta dalam tugas jurnalisnya berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang  Keterbukaan Informasi Publik sebagai wujud Good Governance,maka ada ketakutan dalam diri para jurnalis atau yang akrab disebut kuli tinta,bahwasanya bangsa ini bukan tambah maju sesuai dengan semangat reformasinya namun mundur kian jauh kebelakang,dimana pembungkaman,pengebirian,tekanan pisikis hingga serangan pisik masih hal yang lumrah terjadi.Bila para wakil rakyat yang terhormat di DPRDSU memandang ini sebagai selingan bagian dari pada aktifitas sehari-hari sambil berlalu dengan sunggingan senyum kecut,maka dapat dipastikan DPRDSU dan security 11 12 dalam hal ini.(Kontra 01)
  • Bagikan