SUMUT  

DPRD Medan Sidak Pasar Pantau Harga Sambut Ramdahan.

Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, SE saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional Jl Kemiri Sp Limun dan Sukaramai Medan
Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, SE saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional Jl Kemiri Sp Limun dan Sukaramai Medan
Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, SE saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional Jl Kemiri Sp Limun dan Sukaramai Medan
frekuensimedia.com – Untuk mengantisipasi kenaikan harga dan ketersediaan pasokan bahan sembako menyambut Ramadhan di kota Medan dapat terjamin. Pemko Medan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan diminta segera mengambil langkah serius.
Penegasan ini disampaikan Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, SE saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional Jl Kemiri Sp Limun dan Sukaramai Medan, Kamis (11/6). Selain Henry Jhon, juga didampingi Ketua Komisi C DPRD Medan Salman Alfarisi, Wakil Ketua Godfried Lubis, Boydo HK Panjaitan, Zulkifli Lubis dan Hendra DS. Sementara dari Pemko Medan dihadiri Kadis Perindag, Syahrizal Arif SE, PD Pasar Osman Manalu dan utusan Bulog.
“Kita harapkan Pemko Medan dapat memastikan stok barang tersedia sehingga masyarakat tidak resah. Pemko juga harus mengantisipasi penimbunan sehingga distribusi tidak tersendat.” ujar Henry Jhon Hutagalung.
Dalam pantauan di pasar Kemiri Sp Limun, DPRD Medan menemukan kenaikan harga terhadap sejumlah bahan pokok. Seperti harga gula pasir yang sebelumnya Rp 10.000 per kg menjadi Rp 12.500 per kg. Selain itu, juga harga kacang tanah, sebelumnya Rp 18.000 per kg naik menjadi Rp 23.000 per kg. Bahkan harga beras pulut Rp 12.000 menjadi Rp 13.500.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Medan Godfried Effendi Lubis mengatakan, upaya mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga barang, maka operasi pasar murah supaya tidak dilakukan dilokasi pasar.
“Operasi Pasar (OP) diharapkan dapat dilakukan melalui sejumlah perwiritan dan mesjid. Melalui jalur tersebut diyakini lebih tepat sasaran. Pemko dapat melakukan kerjasama dengan pihak ke tiga seperti Bulog mengarahkan jalur system operasi pasar lebih tepat. Klo OP dilakukan dekat pasar, sama halnya dengan membuang garam ke laut. Karena yang membeli pedagang juga,” tutur Godfried.
Sama halnya anggota Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan, terkait kenaikan harga bahan pokok, Pemko Medan didesak menelusuri mata rantai pendistribusian bahan pokok mulai dari pabrik hingga ke konsumen. “Jangan sampai ada melakukan penimbunan. Tindakan distributor nakal dan oknum tertentu melakukan penimbunan memanfaatkan situasi harus diantisipasi sedjak dini,”, ujar Boydo.
Sementara itu Kadis Perindag Kota Medan, Syahrizal Arief mengatakan, pihaknya akan bekerja maksimal melakukan monitoring terkait kenaikan harga barang serta indikasi penimbunan pihak distributor. Diakuinya, terkait kenaikan harga gula, sudah lama dan temuan sementera karena stok berkurang dari pabrik.(Franky)