DPRD Medan Minta Pemko Evaluasi Usaha Penampungan Barang Bekas di Sepanjang Jalan Karya Kelurahan Sei Agul

  • Bagikan
Antonius

Frekuensi Media – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor,S.Sos meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan segera turun dan melakukan evaluasi terhadap tempat-tempat usaha barang bekas yang ada di kota Medan salah satunya usaha barangbekas (Botot) yang ada di Jalan Karya Simpang Setia Baru, Jalan Karya Simpang Jalan Karya Rakyat dan Jalan Karya Simpang Jalan T.Amir Hamzah. Dimana menurut Antonius keberadaan usaha barang bekas tersebut telah mengganggu ketenangan warga masyarakat sekitar apalagi dampak limbah yang ditimbulkan dari usaha botot tersebut belum teruji resmi di perizinan Pemko Medan. Rabu (02/06).

Dikatakan wakil rakyat dari Dapil 1 kota Medan ini lagi, awalnya usaha barang bekas tersebut kecil-kecilan menampung segala barang bekas dari para pemulung atau pengumpul barang bekas untuk dijualkan kembali. Namun semakin besar, dan menimbulkan kesan tidak sehat apalagi beusaha di daerah padat penduduk. Antonius pun bertanya, apakah saat memulai usaha tersebut, pihak pemko Medan ada menerima permohonan izin dari pemilik usaha dan apa saja syarat yang ditentukan, sehingga usaha barang bekas tersebut semakin menjamur tanpa adanya kontrol dari pihak Pemko Medan selaku pemberi izin.

“Kita minta agar Dinas DPMPTSP Kota Medan meninjau kembali perizinan pemilik usaha barangbekas atau botot yang ada di Jalan Karya Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat,”kata Antonius. (FM)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

+ 21 = 31