Ditreskrimsus Polda Sumut Amankan Kepemilikan Satwa Ilegal

  • Bagikan
Tim Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus  Polda Sumut menerima informasi terkait adanya kepemilikan satwa yang dilindungi pemilik warga yang beralamat di Jl..K.L Yos Sudarso No.5 Lingkungan I, Kel. Mabar Kecamatan Medan Deli  Kota Medan.
Tim Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus  Polda Sumut menerima informasi terkait adanya kepemilikan satwa yang dilindungi pemilik warga yang beralamat di Jl..K.L Yos Sudarso No.5 Lingkungan I, Kel. Mabar Kecamatan Medan Deli  Kota Medan.

Frekuensi Media – Tim Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus  Polda Sumut menerima informasi terkait adanya kepemilikan satwa yang dilindungi pemilik warga yang beralamat di Jl..K.L Yos Sudarso No.5 Lingkungan I, Kel. Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, 26 Februari 2019.

Tim dipimpin Kompol Wira Prayatnya,SH,SIK,MH Kanit 3 Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut bersama Staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) Sumatera Utara langsung melakukan pengecekan ke Jalan KL.Yos Sudarso No. 5  ditemukan satwa dilindungi di dalam ruangan khusus dan di belakang rumah beberapa ekor Satwa langsung diamankan Ditreskrimsus Polda Sumut.

Beberapa jenis satwa yang diamankan adalah: 5 ekor Burung Kakatua Raja ( Probosciger Aterrimus), 5 ekor Burung Kesturi Raja / Nuri Kabare ( Psittrichas Fulgidus), 1 ekor Burung Rangkong Papan / Enggang Papan ( Bucerus Bicornis ), 1 ekor Burung Kakatua Maluku (Cacatua Moluccensis ), 1 ekor Burung Kakatua Jambul Kuning (Cacatua Sulpurea ), dan 3 ekor Juvenil Burung Kasuari Klambir Ganda (Cacuarius ).

Kombes Doni Tantama memaparkan Satwa yang dilindungi didapat dari Sdr. Adil Aulia dan  Sdr. Robby (37) pekerjaan karyawan Tirtanadi Belawan beralamat Jl.K.L Yos Sudarso No. 5 Lingkungan I, Kel. Mabar Kec.Medan Deli. Berdasarkan hasi pemeriksaan terhadap Sdr. Adil Aulia bahwa ikut dalam pemeliharaan  satwa dilindungi sejak bulan Desember 2018 dan kepemilikan satwa yang dilindungi tersebut tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang, ungkap Doni.

Pelaku dikenakan pelanggaran UU RI NO. 05 Tahun 1990 “Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh,menyimpan, memilki,memelihara,mengangkut,dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) huruf a, diancam pidana penjara paling lama 5 tahun denda paling banyak Rp.100.000.000,00,- sesuai dengan Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Negara R.I Nomor 05 tahun 1990 tentang Konsevasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya. (Rambe)

  • Bagikan