Thursday , 2 April 2020
Home / Medan / Dedi: Dinas PU Kota Medan Tidak Optimal Dalam Pengawasan Para Kontraktor

Dedi: Dinas PU Kota Medan Tidak Optimal Dalam Pengawasan Para Kontraktor

Dedi Akhyar Nasution

Frekuensi Media – Banyak pekerjaan Dinas PU Kota Medan tidak memberikan hasil optimal karena pengawasan kinerja terhadap pemborong (kontraktor/ developer) yang memenangkan tender proyek masih sangat lemah. Hal itu dikatakan anggota komisi IV DPRD Medan Dedi Akhyar Nasution melalui selulernya, Sabtu (7/12/2019).

Selain itu kata Dedi, prekrutan kontraktor pengerjaan proyek juga tidak selektif. Akibatnya wajar saja menghasilkan pekerjaan yang tidak sesuai bestek (perencanaan). Konsultan lelang yang direkrut melaui proses lelang juga harus profesional seiring dengan pengawasan yang profesional,  ketika proses sebuah pengerjaan proyek sedang berjalan.

“Persoalan-persoalan yang terjadi di Dinas PU selama ini,  seperti baru usai dikerjakan sudah rusak lagi, lelang proyek yang dilakukan akhir tahun, kontraktor sudah terima DP tapi proyek tidak kunjung dikerjakan, membeton jalan sembarangan, drainase yang amburadul, pengalihan pekerjaan proyek ketempat lain, pengerjaan proyek tidak tuntas dan tidak berkualitas dan lain sebagainya itu. Terjadi karena pengawasan Dinas PU sangat lemah,” ungkap Dedi.

Ditegaskannya, selama pengawasan dilakukan asal-asalan saja maka akan menghasilkan pekerjaan proyek yang juga asal-asalan. Dinas PU harus bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang ditimbulkan akibat pekerjaan proyek yang dikerjakan asal-asalan. Salah satu bentuk pertanggungan jawab Dinas PU adalah dengan melakukan tindakan hukum terhadap pihak-pihak terkait yang telah merugikan negara itu.

Menurut Dedi, Dinas PU harus melakukan perubahan yang lebih baik dari tahun ke tahun. Kontraktor yang kinerjanya tidak berkualitas harus diputus jangan dipakai lagi. Masih banyak yang lain yang bisa berkerja lebih baik. Selain tidak dipakai lagi juga diumumkan dikhalayak, didenda dan diajukan kedepan persidangan.

“Karena pertanggungan jawabannya terhadap persoalan ini (menyangkut keuangan negara milik rakyat) cukup berat, selain bertanggung jawab kepada bangsa dan negara juga harus bertanggu jawab kepada Allah SWT tuhan yang maha kuasa,” kata Dedi Akhyar mengingatkan. (FM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

− 7 = 3