Bagian Umum Sekretariat Daerah Medan Tolak Kelola Aset

  • Bagikan

frekuensimedia.com-Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Medan tolak untuk terus mengelola aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang tersebar dibeberapa titik. Pasalnya,Bagian Umum ingin lebih fokus dalam melayani segala kebutuhan Wali Kota Medan serta Sekretariat Daerah.

Kepala Bagian Umum Setda Medan, Andi Syahputra mengatakan bahwa Bagian Aset  sebelumnya merupakan salah Sub Bagian Umum. Namun pada tahun 2009 berdiri sendiri dan menjadi Bagian Aset dan Perlengkapan.

“Walaupun Bagian Aset berdiri sendiri, tapi belum semua pekerjaan yang mengenai aset diserahterimakan,“ujar Andi saat pemaparan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2014 di ruang badan anggaran, Kamis (16/4).

Dijelaskannya, sejak dipercaya menjadi Kepala Bagian, dirinya hanya pernah melakukan persetujuan perpanjangan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sebanyak 111. “Dizaman saya belum ada pernah persetujuan HPL atau BOT baru,“jelasnya.

Kata Andi, bagian Umum diberikan kepercayaan untuk mengelola anggaran sebesar Rp279.046.711.000. Namun dari jumlah tersebut, Rp211 Miliar diantaranya dipergunakan untuk membayar listrik, air dihampir seluruh kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Jadi rata-rata setiap bulan listrik yang dibayar setiap bulan sekitar Rp20 Miliar, dengan rincian Rp18 Miliar di kantor PLN Cabang Medan, dan Rp2 Miliar untuk PLN Cabang Lubuk Pakam,“paparnya.

Ditambahkannya, tagihan listrik yang dibayarkan pihaknya termasuk tagihan pemakaian listrik pada Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang tersebar di 21 Kecamatan di Kota Medan. “Makanya lebih baik pengelolaan aset diserahkan seluruhnya ke Bagian Aset dan Perlengkapan,“ungkapnya.

Anggota Pansus LKPj 2014, Kuat Surbakti terlihat terkejut mendengar paparan tentang besaran biaya listrik yang ditanggung Bagian Umum setiap bulan mencapai Rp20 Miliar.

Politisi PAN itu mengaku pembayaran Rp20 Miliar untuk listrik LPJU terlalu mahal. Mengingat banyak LPJU di Kota Medan yang tidak berfungsi dengan baik.

Bukan hanya itu, Pemko Medan melalui Dinas Pendapatan juga melakukan kutipan terhadap pajak LPJU. “Pemko Medan bayar listrik LPJU, Dispenda kutip pajak LPJU, tapi kenapa listriknya tetap mati,“ujarnya.(Franky)

  • Bagikan