Anggaran Besar, Program Pemberantasan Pekat di Kota Medan Tidak Berjalan

  • Bagikan

Rajudin Sagala : Kinerja Kesbanglinmas Tidak Maksimal

frekuensimedia.com-Meski Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas)
Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengganggarkan sebanyak Rp 1.007.655.400,- untuk program
peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat), namun gaungnya belum dirasakan oleh
masyarakat. Malah ada kesan Kepada Badan (Kaban) Kesbanglinmas Ceko Wakhda Ritonga SH tidak
menjalankan program sebagaimana yang telah dicanangkannya.
Hal ini terlihat dari laporan pengawasan anggaran definitif per kegiatanย  yang
disampaikan Ceko Wakhda Ritonga pada rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
(LKPj) Walikota akhir tahun 2014 di ruang badan anggaran (Banggar) lantai II gedung dewan Jalan
Kapten Maulana Lubis Medan Kamis (16/4).
Dalam rapat yang dipimpin Ketua Pansus LKPj HT Bahrumsyah SH itu, Ceko memaparkan untuk
program peningkatan pemberantasan penyakit Pekat di Kota Medan tahun anggaran 2014 sebesar Rp.1.007.655.400.00.-
Dengan perincian penyuluhan pencegahan peredaran/penggunaan minuman keras dan narkoba
Rp 332.655.400.- penyuluhan pencegahan peredaran uang palsu Rp 75.000.000,-penyuluhan
pencegahan dan penerbitan aksi premanisme Rp 75.000.000.
Penyuluhan pencegahan praktik perjudian Rp 75.000.000,-penyuluhan pencegahan
eksploitasi anak dibawah umur Rp 75.000.000, serta penyuluhan hukum terpadu kenakalan remaja Rp
300.000.000.-
Menyikapi ini, anggota Pansus Rajudin Sagala menilai kinerja Kesbanglimas Pemko Medan
kurang maksimal, sebab dari angggaran yang tersedia, namun pelaksanaannya tidak ada, ini
terbukti dari realisasi laporan pengawasan anggaran definitif per kegiatan yang dibacakan
Kepala Badan Kesbang Linmas tersebut tertulis nol, alias tidak ada.
“Seharusnya kalau memang sudah dianggarkan ya harus dijalankan, ini menunjukkan
Kesbang Linmas Pemko Medan tidak bekerja secara maksimal, karenanya diminta kepada Walikota
Medan untuk lebih menguatkan aparutur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Pemko
Medan, agar program yang sudah dianggarkan tersebut benar-benar dapat dijalankan,”ujar Rajudin
kepadaย  wartawan usai rapat dengan Kesbang Linmas tersebut.
Sebab lanjut Bendahara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Medan yang duduk
di Komisi C ini, program tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi akhir-akhir ini tindak
kejahatan di Kota Medan semakin meningkat, baik itu dalam bentuk kenakalan remaja, pemakaian
dan penyalahgunaan narkoba, perjudian, porsitusi,eksploitasi anak dibawah umur dan lainnya.
“Dengan adanya pembekalan dari Kesbang Linmas ini paling tidak,ada sedikit rasa aman
dan nyaman yang dirasakan para orangtua, sebab anak-anak telah dibekali pemahaman tentang
bahayanya tidak kejahatan tersebut,”tandasnya.
Walaupun pengaruhnya tidak sampai 100 persen, kata Rajudin, namun paling tidak ada
upaya untuk menekan angka kriminalitas yang dilakukan oleh pihak Pemko Medan, artinya ada upaya
yang dilakukan oleh pihak Kesbang Linmas terhadap orang tua, karena selama ini ada kesan semacam
pembiaran para orang tua terhadap anak-anak disekitarnya, yang penting bukan anaknya ya
sudah,kata Rajudin.
Karena faktanya sampai saat ini tidak pencegahan dan pemberantasan kejahatan di Kota
Medan masih belum berjalan, Pemko kurang memperhatikan persoalan yang sebenarnya cukup urgen
tersebut.
Anehnya program serupa juga ada di SKPD lain, seperti di Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda
dan Olahraga dan sejumlah SKPD lainya di Pemko Medan yang juga menganggarkan program yang sama,
namun realisasinya dilapangan tetap sama saja, terbukti angka kriminilitas di Kota Medan terus
meningkat, ungkapnya.
Untuk itu anggota dewan yang terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) III ini meminta
kepada Walikota Medan untuk memaksimalkan kinerja bawahanya, paling tidak dapat merealisasinya
program yang menyentuh langsung kepada masyarakat (Franky)

  • Bagikan