281 Narapidana Terima Remisi Khusus Idul Fitri Tahun 2021, 1 Orang Langsung Bebas

  • Bagikan
281 Narapidana Terima Remisi Khusus Idul Fitri Tahun 2021, 1 Orang Langsung Bebas KAKANWIL (Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk,Beserta Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan,Bali Fikri Jaya Soebing.

Frekuensi Media.Com. Denpasar,Kamis 13 Mei 2021 : Sebanyak 281 narapidana beragama Islam yang ada di Lapas Kelas IIA Kerobokan terima pengurangan masa pidana atau hak Remisi Khusus(RK) Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada Kamis (13/5). Dari jumlah tersebut, sebanyak 280 orang mendapatkan RK I atau pengurangan sebagian dan 1 orang mendapat RK II atau langsung bebas. Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk, menekankan kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) bahwa remisi yang diterima adalah salah satu hak yang diberikan negara atas pencapaian yang sudah mereka lakukan selama menjalani pembinaan di Lapas/Rutan/LPKA. “Pemberian RK Idul Fitri diharapkan memotivasi WBP untuk mencapai penyadaran diri yang tercemin dari sikap dan perilaku sehari-hari serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalani,” pesannya. Di tengah kondisi overcrowded dan pandemic Coronavirus Disease ( COVID-19 , pemerintah terus mengoptimalkan pelayanan dan pembinaan kepada WBP serta berusaha mengubah paradigma layanan Pemasyarakatan menjadi lebih cepat,akurat,dan tepat sasaran dengan menerapkan layanan berbasis teknologi informasi sehingga mencegah penyalahgunaan wewenang, mempermudah pemantauan, meningkatkan transpirasi, dan kepastian hukum. Untuk itu, Kakanwil Kemenkumham Bali mengajak seluruh WBP untuk terus berperan aktif dalam mengikuti program pembinaan serta tidak melakukan perbuatan melanggar hukum dan melanggar tata tertib di Lapas/Rutan/LKPA sehingga dapat menjadi bekal mental positif untuk kembali ke masyarakat. Adapun kepada jajaran Permasyarakatan, ia minta untuk selalu melakukan interaksi dan komunikasi yang baik kepada WBP.”Ayomi serta berikan bimbingan dan didikan kepada mereka berdasarkan Pancasila, kedepankan semangat kebhinekaan, toleransi, hindari ujaran kebencian, serta lakukan tugas dengan penuh integritas dan ketulusan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif (PASTI),”tegasnya. Dengan masih berlangsungnya pandemic COVID-19, Kakanwil kembali mengungkapkan jajaran Permasyarakatan terus melakukan langkah pencegahan penyebaran COVID-19 walaupun hampir seluruh petugas Permasyarakatan telah menjalani vaksinasi dan terjadi kasus penurunan kasus positif COVID-19 secara nasional, namun langkah inspiratif tetap harus dilaksanakan seperti masih dibatasi layanan kunjungan langsung yang diganti dengan layanan video call, penerimaan tahanan baru sebatas tahanan A III, perpanjangan pemberian hak Asimilasi dan Integrasi COVID-19, serta pelarangan buka bersama,open house, cuti, dan mudik bagi Aparatur Sipil Negara sebagaimana anjuran pemerintah pusat.

 

Tak lupa,Kakanwil mengingatkan jajaran Permasyarakatan untuk menjaga integitas dan berpegang pada Tiga Kunci Permasyarakatan Maju, yakni deteksi diri, perang terhadap narkoba, dan sinergi dengan Aparat Penegak Hukum lainnya serta jaga Marwah permasyarakatan. “Permasyarakatan melakukan pembinaan, pembimbingan , serta fokus menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan melenceng dari itu dengan bertindak menyalahi aturan dan merusak niat baik kita.”mengutip sebagaimana yang disampaikan oleh Dirjenpas. Pemberian hak remisi dilakukan secara cepat dan transparan melalui Sistem Database Permasyarakatan ( SDP ) yang mengacu pada pelayanan secara PASTI serta tanpa pungutan liar karena dilakukan secara online melalui SDP dengan akurasi data yang tinggi. Pemberian remisi kali ini juga menghemat anggaran makan narapidana di Lapas Kerobokan sebesar Rp. 139.239.000,- dari rata-rata anggaran biaya makan sebesar Rp. 17.000,- per hari per orang. Remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan Anak yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam ketentuan perundang-undangan.

JumlahRemisi yang diusulkan sebanyak 291 orang, dengan rincian :

1. 15 hari sebanyak 52 orang
2. 1 bulan sebanyak 210 orang
3. 1 bulan 15 hari sebanyak 23 orang
4. 2 bulan sebanyak 6 orang
Usul Remisi yang sudah terealisasi/turun SK sebanyak 281 orang meliputi :
1. 15 hari sebanyak 52 orang
2. 1 bulan sebanyak 200 orang
3. 1 bulan 15 hari sebanyak 22 orang
4. 2 bulan sebanyak 7 orang (1 orang pindahan dari Lapas Karangasem)
Yang belum turun sebanyak 11 orang (diantaranya karena perbaikan usulan)
Berdasarkan SDP, jumlah WBP di Lapas kelas IIA Kerobokan per tanggal 13 Mei 2021 sebesar 1647 orang yang terdiri dari 1214 narapidana dan 433 tahanan. Dari jumlah tersebut, terdapat 796 orang diantaranya yang beragama Islam (644 Narapidan dan 152 tahanan).
Yang tidak diusulkan sebanyak 504 orang,karena :
1. 152 orang masih berstatus tahanan
2. 352 orang belum memenuhi syarat, diantaranya :
a. Pidana Mati : 1 orang
b. Seumur Hidup : 2 orang
c. Menjalani kurungan (BIIIs) : 2 orang
d. Belum 6 bulan MP : 27 orang
e. PP 99 (belum 1/3,JC,Denda, UP) : 320 orang.

(Donnox Wong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

+ 60 = 66