Polda Sumut Bongkar Penyelewangan Vaksin Sinovac Dibandrol 250 Ribu Perorang

  • Bagikan

MEDAN| Frekuensimedia.com

Polda Sumut melalui Tim Gabungan Dit Reskrimum dan Dit Reskrimsus berhasil mengungkap penyelewengan 1.085 orang yang di vaksin Covid-19 merek sinovac, dan 4 Orang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menjual vaksin COVID-19 secara ilegal tersebut dan satu orang diantaranya ASN.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto, Kasdam I/BB dan Dir Krimum Dan Dir Krimsus Polda Sumut dalam paparannya mengatakan, bahwa seharusnya vaksin tersebut diberikan ke Pelayan Publik dan Napi di Lapas, akan tetapi diberikan ke warga perumahan di Medan, Jumat (21/5/2021) Sore.bertempat Lapangan KS Tubun Mapoldasu

“Vaksin itu seharusnya diberikan kepada pelayan publik dan napi, namun diberikan ke warga perumahan di Medan, dengan imbalan uang (suap) Rp 250 ribu perorang,” Ujar Kapolda.

Pengungkapan praktik penyelewengan program pemerintah tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat tentang ada jual beli vaksin. Petugas langsung melakukan penyelidikan dan menemukan perbuatan jual beli vaksin di kawasan sebuah komplek perumahan Jati Residence Jl. Perintis kemerdekaan Kecamatan Medan Perjuangan pada hari Selasa (18/5).

“Vaksinasi yang tidak sesuai peruntukannya kepada beberapa kelompok masyarakat,” kata Irjen Panca.

Selanjutnya, terjadinya penyelewengan vaksin tersebut dikoordinir oleh SW seorang wanita agen property perumahan. Tersangka SW mengumpulkan warga lalu berkoordinasi dengan dokter Dinkes Sumut Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial IW dari Lapas Tanjung Gusta dan KS oknum Aparatur Sipil Negara (ASN)di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, 7 (tujuh) kali pelaksanaan vaksinasi dengan vaksin yang diperoleh dari IW, dan 8 (delapan) kali pelaksanaan vaksinasi dengan vaksin yang diperoleh dari KS.

Pelaksanaan vaksin secara ilegal tersebut telah dilaksanakan sebanyak 15 kali di beberapa lokasi dengan jumlah total yang sudah tersalur sebanyak 1.085 orang yang di vaksin.

“Pelaksanaan ini sudah dilakukan dari bulan April s/d Mei 2021 dan uang yang sudah diterima Rp 238.700 juta dan fee untuk pemberian suap sebanyak Rp.32.550 juta. Kesemua pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” jelas Kapolda Sumut dengan tegas.

Kemudian dalam praktiknya, para penerima vaksin juga diberi sertifikat sebagai mestinya.

Sedangkan, para pelaku pasal yang dipersangkakan sebagai pemberi suap, pasal 5 ayat 1 huruf a dan b dan pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Ttg Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dgn UU RI Nomor 20 Tahun 2001Ttg Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan penerima suap, pasal 12 huruf a dan b dan pasal 5 ayat 2 dan pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Ttg Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan di junto kan dengan pasal 64 ayat 1 KUHP serta pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukum pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 (empat) Tahun dan paling lama 20 Tahun, dengan denda paling sedikit Rp. 200 juta dan paling banyak Rp. 1 Miliar.

Selanjutnya Kapolda menekankan, kepada warga masyarakat agar tidak mudah percaya atau tertipu dengan tawaran pemberian vaksin dari orang tidak bertanggung jawab, karena pemberian Vaksinasi kewenangan pemerintah.

“Dalam pelaksanaan dan pemberian vaksin tidak ada dipungut biaya artinya semuanya gratis kepada masyarakat, jadi masyarakat sabar menunggu tahapannya,” terang Kapolda.

Irjen Panca menjelaskan kasus ini terus kami proses perkembangan penyidikan.
“Terus kita dalami , termasuk mencari dokumen-dokumen di Dinkes Sumut,” pungkasnya.

Sebagai barang bukti yang disita diantaranya 13 botol vaksin Sinovac, 4 kosong, 9 berisi, 2 buah Plesterin, 1 buah tensi elektronik, 2 buah alat tensi manual, 3 kotak Alkohol Swan, 1 kotak Jarum Suntik, 1 buah termometer, 2 pasangan sarung tangan, dan sejumlah uang tunai Rp.20 juta. (Akhyar Nst).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 + 3 =