Sunday , 20 September 2020
Home / Sumut / Warga Masyarakat Sampali Lapor Polresta,9 Orang Luka Luka

Warga Masyarakat Sampali Lapor Polresta,9 Orang Luka Luka

frekuensimedia.com – Pasca kericuhan terjadi di Dusun Jati Rejo Deli Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan antara masyarakat Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) dengan pihak PTPN II Sampali, Jumat (13/11) siang tadi, sembilan orang luka-luka membuat pengaduan ke Polresta Medan. “Kedatangan kami buat laporan, tindakan pihak PTPN II melakukan tindakan semena-mena dengan menganiaya kami, ada 9 orang mengalami luka luka. ada rumah yang dibakar dan ada juga 5 sepeda motor dirusak,” kata Alfian, Humas BPRPI kepada wartawan.

Alfian mengungkapkan, kericuhan terjadi, Kamis (12/11) kemarin bermula ketika puluhan masyarakat tengah berladang, didatangi 400 orang dari pihak PTPN II. “Kami sedang beladang tiba – tiba diserang oleh ratusan orang dari PTPN II dan Brimob. Kami dituduh penggarap, saya tegaskan kami bukan penggarap, kami masyarakat indonesia yang butuh tempat bernaung di Negeri ini,” kata Alfian.

Dalam kericuhan itu, ada 5 orang dari pihak BPRPI diamankan oleh pihak kepolisian. “Tiga orang di Polda dan dua orang di Polresta Medan, kami juga minta rekan kami itu dibebaskan,” ungkapnya. Terlihat puluhan orang yang tergabung dalam BPRPI masih menduduki Polresta Medan, menemani rekannya untuk membuat laporan kasus penganiayaan dan pengerusakan yang diduga dilakukan pihak PTPN II.

“Kalau kami merebut hak kami, besok sudah di kasi dengan orang-orang @###, jadi ruko-ruko,” ucap Herman (34) warga Sempali salah satu korban penganiayaan.

Masih kata Herman, kami harapkan pihak PTPN II jangan main paksa mengusir dari lokasi ini, dan kami tidak keberatan digugat melalui jalur hukum.”Kalau mereka menang dalam gugatan secara hukum kami mundur,”ucapnya.

Masih kata Herman, pihak mereka sekarang membuat pengaduan ke Polresta Medan. ” Itu teman kita, Rinal (34), Devri (38) M Usman Khadafi Shahib (50), Sunarti (40), Alex (25), Awang (40) dan Edi (24),”ucapnya.

Sementara itu, korban Sunarti mengatakan para pelaku orang PTPN II membawa – bawa preman. Selain kami dianiaya, uang Infak pun diambil, alat-alat petani pun dijarah. “Kejam sekali mereka pak, kami masyarakat. Seperti binatang kami dibuat mereka,”ucap Sunarti. Kasat Reskrim Polresta Medan Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono saat dikonfirmasi membenarkan laporan itu. “Kasus ini masih dalam penyelidikan,”ucapnya.(David)