Wednesday , 18 September 2019
Home / Medan / Walau Kucuran Dana Pencegahan Banjir Senilai Rp.240 Miliar Medan Masih Banjir

Walau Kucuran Dana Pencegahan Banjir Senilai Rp.240 Miliar Medan Masih Banjir

Hendra DS

Frekuensi Media – Proyek kanal yang dibangun di kawasan Titi Kuning dengan nilai Rp.240 miliar guna pencegahan banjir, seolah tak berfungsi dan menjadi sia-sia. Pada kenyataannya, banjir tetap melanda Kota Medan, banjir menggenangi  di sejumlah ruas jalan usai diguyur hujan, Kamis (20/6/2019).  Beberapa ruas jalan yang tergenang banjir yaitu di jalan Jamin Ginting, jalan Garu I, STM Ujung, Sunggal.

Anggota Komisi IV DPRD Medan Paul MA Simanjuntak dan Hendra DS menyoroti permasalahan banjir. Menurut mereka hal ini tak terlepas dari pengawasan Pemko Medan, sehingga apa yang sudah dikerjakan, tak dilakukan evaluasi. Akibatnya, permasalahan banjir pun tak teratasi.

“Kita melihat program penanggulangan banjir di kota Medan masih belum tepat, terbukti masih banyak drainase yang tidak bekerja secara maksimal, dalam menyerap dan menampung air,” kata  Paul mengomentari persoalan banjir. Menurutnya, harus ada pekerjaan drainase yang benar-benar mampu menanggulangi persoalan banjir ini.

“Karena normalisasi hanya untuk membantu kelancaran air saja, belum tentu sebagai solusi agar tidak lagi banjir. Dengan anggaran yang ada jika dikerjakan secara benar dan tepat sasaran saya pikir sudah cukup,” lanjutnya.

Sementara Hendra DS menyayangkan proyek kanal bernilai ratusan miliar ternyata kurang berfungsi.

“Kenyataannya, air tergenang tidak mengalir di kanal. Artinya proyek kanal ini jadi sia-sia,” kata politisi Hanura ini.

Untuk diketahui, proyek kanal merupakan proyek besar yang dananya pinjaman dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) senilai Rp 240 miliar. Dibangunnya kanal bertujuan untuk mengurangi banjir yang kerap melanda Kota Medan. (FM)