Thursday , 3 December 2020
Home / Pemko Medan / Satgas Covid-19 Medan Akui Tak Tahu Rencana Vaksinasi

Satgas Covid-19 Medan Akui Tak Tahu Rencana Vaksinasi

Frekuensimedia-Medan: Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan mengakui hingga detik ini belum tahu mengenai rencana vaksinasi yang sudah digaungkan pemerintah pusat. Meskipun demikian, pihaknya tetap menunggu petunjuk dan arahan perintah pusat terkait hal tersebut.

“Memang Satgas Covid-19 Kota Medan sampai detik ini belum dapat informasi terkait rencana vaksinasi yang digaungkan pemerintah pusat,” ungkap Jubir Satgas Covid-19 Medan, Mardohar Tambunan (foto) kepada sejumlah wartawan, Senin (2/11/2020)

Menurut dia, penggunaan vaksin tidak boleh sembarangan. Perlu beberapa penelitian lebih jauh. ” Informasi dari pusat, vaksin, ini semua tidak sembarangan, masih menunggu,” bilangnya.

Termasuk, kata dia, mengenai harga vaksin yang akan dibebankan kepada masyarakat. Seperti diberitakan, pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan mulai akan melaksanakan imunisasi Covid-19 kepada masyarakat pada bulan November mendatang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut sekaligus Jubir Satgas Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, hal ini dilakukan setelah Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI resmi mengeluarkan pemberitahuan rencana pelaksanaannya, dalam surat nomor SR.02.06/II/10950/2020 pertanggal 19 Oktober 2020.

“Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19, maka rencana pelaksanaan pemberian imunisasi Covid-19 secara bertahap mulai November 2020,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Aris menjelaskan, imunisasi Covid-19 ini diberikan pada kelompok rentan usia 18-59 tahun. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Sedangkan pada kelompok prioritas lainnya yang ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan kebijakan operasional imunisasi Covid-19 diberikan kepada petugas pelayanan publik, yakni petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat, seperti TNI-Polri, petugas bandara, petugas stasiun kereta api, petugas pelabuhan, pemadam kebakaran, petugas PLN dan PAM yang bertugas di lapangan.

Kemudian untuk kelompok risiko tinggi lainnya, yaitu kelompok pekerja yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontrobusi pada sektor perekonomian dan pendidikan, serta penduduk yang tinggal di tempat berisiko seperti kawasan padat penduduk.

“Selanjutnya para kontak erat Covid-19, yaitu orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi. Berikutnya administrator pemerintahan dalam bidang pelayanan publik,” jelasnya.

Aris mengaku, adapun estimasi sasaran imunisasi Covid-19 di Sumut 8.232.718 orang. Jumlah ini, terdiri dari tenaga kesehatan dan petugas pendukung lainnya yang bekerja di Fasyankes, yakni sipil 31.634 orang, TNI 582 orang, dan Polri 448 orang(Sugandhi Siagian)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 + 5 =