Tuesday , 22 September 2020
Home / Sumut / Proyeksi PAD Kota Medan Tahun 2016 Tidak Realistis

Proyeksi PAD Kota Medan Tahun 2016 Tidak Realistis

frekuensimedia.com – Proyeksi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Medan hanya Rp 32,49 M yakni Rp 1,82 triliun pada tahun 2016 dan sebelumnya  Rp 1,79 triliun di tahun 2015 dinilai sangat tidak realistis. Sebab, potensi sumber daya alam, ekonomi dan keuangan di kota Medan sangat besar dan peningkatan yang cukup signifikan. Untuk itu, proyeksi PAD yang diajukan Pemko Medan supaya dievaluasi dan harus dikaji ulang.
Penegasan ini disampaikan sekretaris Fraksi PDI P DPRD Medan Drs.Dainel Pinem saat pemandangan umum fraksi terhadap Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R APBD) Kota Medan Tahun 2016 dalam sidang paripurna dewan, Selasa (1/12). Sidang ini dipimpin Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dan para anggota DPRD Medan. Juga dihadiri Plt Walikota Medan Drs Randiman Tarigan serta pimpinan SKPD dan Camat.
Menurut Daniel Pinem penetapan PAD Tahun 2016 sebesar Rp 1,82 Triliun  merupakan perkiraan yang sangat pesimistis. Angka tersebut diyakini dapat ditingkatkan puluhan miliar rupiah jika saja pejabat Pemko Medan serius menggali potensi yang cukup banyak. Ditambah lagi beberapa Perda terkait kenaikan tarif pajak dan retribusi daerah yang baru ditetapkan.
Masih dalam pandangan politisi PDI P ini, besarnya total anggaran belanja pegawai Tahun 2016 sebesar Rp 2,1 triliun dinilai merupakan pemborosan. Sedangkan penurunan anggaran belanja langsung dari tahun sebelumnya yakni Rp Rp 101 M sangat tidak tepat mengingat kota Medan butuh pembangunan infrastruktur.
Sorotan tajam juga ditujukan Daniel Pinem terhadap Dinas Perhubungan Kota Medan terkait kemacetan lalulintas yang tidak dapat diatasi oleh SKPD terkait. Menurut Daniel, kemacetan hampir menyeluruh dipenjuru kota Medan sementara anggaran setiap tahunnya sangat besar.
Sama halnya dengan anggaran belanja yang diajukan Dinas Perhubungan Kota Medan di Tahun 2016 seperti untuk pemeliharaan jalan Rp 10,1 M, pemeliharaan traffic light Rp 2,4 M, pengadaan speed counting detektor Rp 3,7 M dan pemasangan speed hump Rp 31,4 M ikut disoroti. Pengajuan anggaran ini dinilai berbanding terbalik dengan kondisi dilapangan dimana beberapa titik jalan di kota Medan tidak memiliki median jalan dan traffic light yang banyak tidak berfungsi. Seluruh pengajuan anggaran tersebut diminta supaya ikut dikaji ulang.
Sedangkan Fraksi Persatuan Nasional (Panas) DPRD Medan yang disampaikan Andi Lumbangaol SH masih menyoroti terkait PAD. Menurutnya PAD kota Medan sangat memungkinkan untuk ditingkatkan jika saja bergiat menggali potensi serta melakukan pengawasan secara optimal. Selama ini kebocoran PAD dinilai sangat tinggi.
Potensi PAD yang sangat dimungkinkan untuk bertambah menurut Andi Lumbangaol selaku politisi PKPI ini seperti, 9 pajak daerah, pajak reklame, proyek pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah dan retribusi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).
Berbeda dengan Fraksi Demokrat DPRD Medan yang dibacakan anggota Fraksi Demokrat H Sitompul, menyoroti rencana pendapatan bagian laba perusahaan milik daerah pada R APBD 2016 angkanya persis sama dengan angka P APBD 2015, hal itu  dituding merupakan copy paste.
Fraksi Demokrat bahkan menilai SKPD Pemko Medan kurang gesit menggali sumber PAD serta lemahnya melakukan pembinaan terhadap birokrat. Sehingga PAD tidak maksimal bahkan masih banyak kegiatan yang dilakukan petugas berpotensi kebocoran.(Franky)