Tuesday , 22 September 2020
Home / Sumut / Polsek Medan Baru Bungkam Kasus Anzas,Zul Perjuangkan Anaknya Dipoldasu

Polsek Medan Baru Bungkam Kasus Anzas,Zul Perjuangkan Anaknya Dipoldasu

frekuensimedia.com – Informasi yang diperoleh keterangan dari Zul orang tua Anzas didepan halaman ditresnarkoba Poldasu,Jumat (20/11) bahwasanya kasus ANZAS ZULIAN, umur 19 tahun, pekerjaan wiraswasta, tempat tinggal di Jln. PWS Gang Amal No 5 Kel Sei Putih Timur II.

Sabtu, 17 Oktober 2015 Sekitar pukul 17.00 Wib sedang berada di depan Carrefour Jln Gatot Subroto Medan, Saya membantu-bantu ibu berjualan,saat Saya hendak membeli rokok bertemu dengan Rondo (35) sedang bersama dua laki-laki remaja.

Kemudian Rondo memanggil saya, setelah saya datangi Rondo rupanya Rondo meminta tolong saya untuk menemani salah satu remaja itu ke ATM mengambil uang sebesar Rp500 ribu. Saya lalu menemani remaja tersebut mengambil uang, ternyata uang tersebut adalah uang untuk menebus barang remaja tersebut yang diambil oleh Rondo.

Sampai Saya kembali ke lokasi, sudah ada tiga orang anggota Reskrim Polsekta Medan Baru langsung menangkap Saya dan Rondo, namun saat itu cuma saya yang dipegang, Rondo mengembalikan barang rampasannya dan gunting kepada Aiptu L Simanjuntak SH, lalu Rondo dibiarkan saja kabur, hanya Saya yang dibawa ke Polsekta Medan Baru.

FAKTA-FAKTA PENANGANAN KASUS ANZAS :

1. Orangtua Anzas sempat menemui Korban di ruangan Juru Periksa (Juper) dan bertanya pada kedua korban apakah benar anaknya yang melakukan tindak pidana pemerasan atau pencurian dengan kekerasan (curas), Korban menjawab, “bukan pak, bukan anak bapak yang menodong saya,”.

2. Saat itu Juper Usman menyampaikan kepada orangtua Anzas,”Rondonya yang melakukan curas, Rondo pun baru bebas seminggu lalu dari sini bang, aku Jupernya, dah kalo abang mau damai, jumpai aja Korban di bawah,” padahal saat itu korban sedang diperiksa oleh Usman. Juper Usman juga menghalangi orangtua Anzas untuk melakukan perdamaian dengan korban.

3. Sejak Anzas ditahan, Polsekta Medan Baru malah membiarkan Rondo bebas berkeliaran untuk melakukan tindakan pidana curas selama dua minggu di wilayah hukumnya tepatnya di depan Carrefour Jl Gatot Subroto Medan tanpa ada tindakan sama sekali untuk menangkap Rondo, dalam hal ini Polsekta Medan Baru ada kerja sama dengan Rondo.

4. Polsekta Medan Baru tidak bisa mendudukan kasus dengan sebenarnya, dan tidak pernah menggelar kasus biar jelas siapa pelaku utama, Polsekta Medan Baru sesuai dengan keterangan Kapolseknya kepada salah satu wartawan harian terbitan Medan adalah gagal menangkap pelaku Rondo, bahwa Polsekta Medan Baru bukan “gagal menangkap” namun enggan menangkap Pelaku karena disinyalir pelaku Rondo sudah “berkerja sama” dengan anggota Polsekta Medan Baru.

5. Bahwa Rondo dikenal masyarakat dan pedagang adalah Pelaku curas di seputaran Carrefour Jln. Gatot Subroto yang sering kali ditangkap pihak Polsekta Medan Baru atas laporan korban-korbanya, namun selalu dibebaskan atau selalu 86 dengan Polsekta Medan Baru, dan semua kasusnya tidak pernah sampai ke proses hukum di Pengadilan.

6. Atas tindakan dan kinerja pihak Polsekta Medan Baru yang dinilai tak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, maka orangtua Anzas telah melaporkan Polsekta Medan Baru ke Bidang Propam Polresta Medan, agar menindak tegas Polsekta Medan Baru yang bertindak semena-mena terhadap Anjas, dan diharapkan Bid Propam Polresta Medan dapat menegakkan kebenaran sesuai dengan apa yang dilakukan anaknya.

7. Aiptu L. Simanjuntak, anggota Polsekta Medan Baru melanggar tupoksinya sebagai aparat kepolisian, karena saat kejadian penangkapan Anjas terkesan Rondo dibiarkan kabur, dan Korban dipaksa oleh Aiptu L. Simanjuntak melaporkan Anjas sebagai pelaku, padahal Korban tidak mau membuat laporan pengaduan karena barang berupa HP miliknya sudah dikembalikan, namun Aiptu L Simanjuntak SH terus memaksa Korban agar mau membuat laporan, akhirnya Korban dalam keadaan terpaksa membuat laporannya.

8. Kanitreskrim Polsekta Medan Baru hendak dijumpai orangtua Anzas, untuk mempertanyakan kenapa sudah satu minggu Rondo tidak ditangkap, tetapi Kanit tak mau bertemu, yang menjumpai hanya Panit Ipda Yoga, saat hendak dikonfirmasi Yoga tidak memberikan jawaban apapun, Yoga hanya meminta nomor HP orangtua Anzas, dan mengatakan akan menghubungi orangtua Anzas, nyatanya sampai saat ini tidak ada menghubungi orangtua Anzas.

9. Rondo baru ditangkap Jumat (30/10-15) atau setelah dua minggu ditahannya Anzas, namun bukan terkait kasus dengan Anzas, tetapi atas laporan korban Rondo yang lainnya, tiga hari sebelum Rondo ditangkap, dan juga setelah terbitnya berita-berita mengenai kinerja Polsekta Medan Baru di media cetak dan online yang berjudul, “Tidak Tangkap Pelaku Sebenarnya, Polsekta Medan Baru Diduga Terima Suap”, “Polsekta Medan Baru Bukan Pelindung Masyarakat, Tapi Pelindung Penjahat”, dan “Terkait Kinerja Polsekta Medan Baru Menangani Kasus Curas, Orangtua Anjaspun Angkat Bicara”.

10. Untuk menutupi kinerjanya yang tidak benar, Kapolsekta Medan Baru memberikan keterangan di pemberitaan salah satu harian Posmetro Medan pada hari Minggu 1/11-2015 lalu, ada foto Anzas saat dalam sel dan Rondo yang baru ditangkap, padahal Anzas sudah dua minggu ditahan dan difoto wartawan Posmetro Medan yang diijinkan Kapolsek, apakah memfoto tahanan dalam sel menurut kode etik kepolisian hal ini dibenarkan ???.

11. Anehnya Jumat (13/11) lalu Anzas diperiksa oleh Juper a/n Bono sebagai saksi untuk kasus Rondo.

12. Hingga saat ini sudah satu bulan ditahan, Anzas belum menerima lagi surat perpanjangan masa tahanan dari Polsekta Medan Baru (David)