MEDAN—Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra Dame Duma Hutagalung meminta PD Pasar Kota Medan di bawah pimpinan Rusdi Sinuraya segera memberikan solusi kepada para pedagang kain yang seharusnya berdagang di lantai II di pasar tradisional Kampunglalang Kota Medan itu.

“PD Pasar Kota Medan harus segera memberikan solusi bagi para pedagang kain yang seharusnya ditempatkan di Lantai II Pasar Kampunglalang tersebut, agar para pedagang dapat berjualan dengan normal kembali,” katanya ketika dihubungi, Senin (20/05/2019) melalui telepon selularnya.

Dame Duma Sari Hutagalung yang berasal dari Dapil I Kota Medan, berdasarkan informasi yang diterima melalui para pedagang di Pasar Kampunglalang bahwa selama ini para pedagang kain diberikan hak untuk berjualan di lantai II dan disuruh menempati kios-kios yang masih kosong. Sementara diketahui kios-kios yang masih kosong tersebut sudah ada pemilik nya, hanya tinggal menunggu waktu agar kios yang sudah ada pemiliknya tersebut dibuka.

” Mereka (para pedagang kain-red), disuruh berjualan kain di Lantai II dengan memakai kios-kios yang masih kosong, sementara mereka sudah memiliki kartu kios untuk ditempati, namun pihak PD Pasar tidak meletakkan para pedagang sesuai dengan nomor kartu kepemilikian kios mereka masing-masing, sehingga para pedagang terpecah-pecah, dan mirisnya, ada pedagang yang sudah lama berjualan kain, malah harus berjualan tidak sesuai pengalaman dan keinginannya, pastilah jadi repot,” terang Duma.

Akibatnya, sambung Dame Duma Hutagalung, para pedagang kain protes dan meminta agar pihak PD Pasar ataupun kepala Pasar KP Lalang segera memberikan tempat bagi pedagang kain sesuai nomor kios mereka masing-masing dan jangan ada penzioningan bagi para pedagang.

” Jika Penzioningan dilakukan itu sama saja merampas hak para pedagang dan kondisi pasar KP lalang bisa jadi semakin sembraut,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya, terpisah, Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya ketika di temui di Kantor Walikota Medan, mengatakan jumlah pedagang di pasar KP Lalang saat ini sudah membludak, sehingga harus segera diatur kembali.(fm)