Thursday , 29 October 2020
Home / DPRD Kota Medan / Musibah Corona Terus Lanjut, Masalah Banjir Jangan Terlupakan

Musibah Corona Terus Lanjut, Masalah Banjir Jangan Terlupakan

MEDAN || Banjir kembali melanda wilayah di Kota Medan. DPRD Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan tak lupa mengatasi banjir meski saat ini disibukkan dengan penanganan pandemi Corona atau COVID-19.

“Memang kita fokus ke COVID ini tapi juga tidak mengabaikan hal-hal lain. Banjir ini juga bencana buat kita. Kita juga sarankan ke Pemerintah Kota Medan banjir ini cepat tanggap. Ada di beberapa kawasan di Medan karena ini musim hujan, sekarang jadi banjir,” ucap Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Ihwan Ritonga, Kamis (18/6/2020).

Meski demikian, Ihwan mengaku paham Pemko Medan sedang mengalami kesulitan. Salah satunya soal pendapat daerah yang berkurang drastis gara-gara merebaknya virus Corona sehingga berdampak pada sejumlah program termasuk penanganan banjir.

“Medan itu lagi kesulitan keuangan. Sulit anggaran karena anggaran yang ada itu sebagian besar sudah untuk penanganan COVID. Belum lagi anggaran akan datang, seperti pajak, apakah retribusi dari restoran, hotel atau PAD Medan itu biasanya tinggi sekarang jauh menurun di luar dugaan. Itu dampak ekonomi kita,” tuturnya.

Dia mengatakan hampir 70 persen anggaran di-refocusing untuk menangani Corona. Ihwan juga mengatakan pendapatan Kota Medan menurun hingga 80 persen selama 4 bulan terakhir.

“Banyak anggaran kita yang sudah dianggarkan infrastruktur perbaikan saluran air, jalan itu semua hampir 70 persen itu refocusing, singgahkan dengan anggaran COVID kemarin. Kenapa sebesar itu? Karena uang juga tidak ada. Sumber PAD kita juga lagi macet. Semua dibuat efisiensi penghematan anggaran,” ujar Ihwan.

“4 bulan terakhir ini 80 persen, mulai dari ditetapkan tanggap darurat Maret kemarin berkurang pendapatan daerah. Itu paling besar dari restoran, hotel, begitu juga parkir yang merupakan sumber PAD kita,” sambung Ihwan.

Politikus Gerindra ini mengingatkan semua pihak untuk gotong royong mengatasi masalah banjir. Dia mengatakan kerja sama dari berbagai pihak bisa meringankan beban warga terdampak banjir.

“Harus kita bergotong royong, bersama untuk mengantisipasi hal ini. Khusus untuk banjir ini tugas kita bersama, bukan hanya Pemerintah Kota Medan, tapi kita sebagai rakyat harus gotong royong karena ini sudah menjadi bagian dari perjuangan kita,” ujar Ihwan.

Medan sendiri diguyur hujan deras hampir setiap hari dalam sebulan terakhir. Sejumlah titik juga terendam air usai hujan mengguyur.

Salah satu wilayah yang terendam banjir ada di Medan Maimun. Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (18/6), air terlihat merendam kawasan ini hingga setinggi betis orang dewasa. Air terlihat masuk ke rumah-rumah warga.

Terlihat sejumlah warga telah mengevakuasi barang-barang seperti sepeda motor ke daerah yang lebih tinggi. Barang-barang yang berada di dalam rumah juga sudah dinaikkan ke atas meja agar tidak terendam air. Meski terendam banjir, warga tetap melakukan aktivitas di kawasan ini. Salah satu warga juga terlihat tetap berdagang makanan di tengah banjir.

“Dari jam setengah 8 (7.30 WIB) tadi. Hujan kan tadi malam, sungainya meluap,” kata salah seorang warga, Yeni. (Sugandhi Siagian)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

+ 11 = 19