Tuesday , 20 October 2020
Home / DPRD Kota Medan / “Merdeka Harus Sesuai Kenyataan, Jangan Lips Service”

“Merdeka Harus Sesuai Kenyataan, Jangan Lips Service”

Frekuensimedia-Medan:   Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan yang akan dilangsungkan Desember mendatang, gaungnya sudah dirasakan warga jauh-jauh hari. Antusiasme warga Kota Medan dalam menyambut pesta politik ini harus benar-benar mendapatkan perhatian serius dari semua pihak terutama penyelenggara, Partai Politik dan calon peserta Pilkada.

Di bulan agustus dalam suasana kebatinan kemerdekaan negara Indonesia, Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan, Syaiful Ramadhan mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana merefleksikan kemerdekaan untuk memilih.

“Dibulan Agustus ini yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia, kita mengajak semua pihak untuk menjadikan moment ini sebagai refeksi bersama dalam mewujudkan kemerdekaan bersama dalam semua aspek termasuk Politik dimana Kota Medan akan melangsungkan Pilkada pada Desember mendatang,” ungkapnya kepada Wartawan di Medan, Jumat (07/08/2020).

Dengan refleksi kemerdekaan ini, setiap warga harus merdeka dimana hal ini bisa terwujud dengan tidak adanya upaya-upaya memaksa masyarakat tidak punya pilihan.

“Kontestasi Pilkada tahun ini harus menjadi ajang kebebasan warga dalam memilih pemimpin untuk Kota Medan lebih baik. Upaya-upaya untuk memaksa masyatakat agar tidak memiliki pilihan sangat bertentangan dengan semangat kemerdekaan,” jelasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Medan ini mengatakan, demokrasi di Kota Medan harus terus lebih baik. Hal ini penting dalam rangka menumbuhkan kesedaran masyarakat terhadap keberlangsungan Kota Medan. “Baiknya demokrasi akan memberikan efek yang baik terhadap keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Kota Medan, dimana masyarakat merasa terlindungi dalam mengekspresikan setiap gagasan yang dimilikinya,” papar pria yang akrab disapa ‘Anak Sunge’ ini.

Syaiful juga mengajak semua pihak untuk melawan upaya memaksakan kehendak dalam pelaksanaan perpolitikan di Kota Medan. “Biarkan rakyat menentukan pilihannya, pemaksaan kehendak hanya akan menciptakan apatisme di masyarakat dan hal itu tidak sejalan prinsif kemerdekaan,” jelasnya (Franky Manalu)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

− 5 = 1