Thursday , 3 December 2020
Home / Sumut / Medan Pintu Masuk Narkoba Dari Malaysia

Medan Pintu Masuk Narkoba Dari Malaysia

Kombes Pol Sandi Nugroho
Kombes Pol Sandi Nugroho

frekuensimedia – DPRD Kota Medan dari Komisi A sambut Kapolrestabes Medan Sandi Nugroho yang baru menjabat yang datang berkunjung dalam rangka silahturahmi.Dalam pertemuan tersebut membahas sejauhmana penindakan yang dilakukan jajaran Polrestabes Kota Medan dalam menghempang masuknya barang haram sejenis narkoba.

Menurut anggota komisi A, selama ini peredaran narkoba yang masuk dari Malaysia selalu menampatkan Kota Medan sebagai lintasan dan kini kian meningkat.
“Bagaimana Polrestabes bertindak sigap melalui penindakannya agar peredaran narkoba ini minimal semakin dipersempit ruang geraknya,” kata anggota Komisi A dari partai Nasdem, Deni Maulana Lubis dihadapan Ketua Komisi A DPRD Kota Medan Sabar Syamsurya Sitepu dan Kapolrestabes Medan Sandi Nugroho, di Aula Mapolrestabes Medan, Rabu (18/1).
Sandi Nugroho menjelaskan dari databas Kota Medan menjadi bagian perlintasan peredaran narkoba dengan tujuan utama ke pulau Jawa.
Sandi tidak memungkiri, penyebaran narkoba di Kota Medan ini khususnya berasal dari Malaysia,“Itu dia, setiap kita ungkap, Polisi Diraja Malaysia tolak itu, dia bilang kami punya SOP dan undang-undang sendiri, tapi jangan bilang disini ada narkoba, karena itu fitnah,” katanya mengulang ucapan Polisi Diraja Malaysia tersebut.
Sementara, menanggapi pertanyaan anggota komisi A, Herri Zulkarnain mengenai semerautnya lalu lintas, sehingga memicu terjadinya kemacetan di Kota Medan, diantaranya diakibatkan oleh pemadaman listrik pada jam rawan, sedangkan pihak kepolisian harusnys stand by menggunakan genset mengatasi itu.
Kapolrestabes mengakui hingga kini pihaknya belum memiliki sarana genset atasi traffic ligth yang sewaktu-waktu padam.“Alhamdulillah sampai saat ini Polrestabes belum punya genset, kebetulan sudah cek yang punya genset cuma Polsek Medan Area. Jadi, memang ini kendala terpaksa hentikan pelayanan, tapi kita punya cara bertindak setiap mati lampu turunkan petugas di lapangan,”terangnya.
Lebih lanjut, Sandi Nugroho menegaskan akan kembali mengaktifkan tim khusus (Timsus) anti begal yang berhasil berjalan dimasa kepemimpinan Kapolresta Medan Mardiaz Kusin Dwihananto.
“Karena keresahan masyarakat saat ini,dulu masa saya Kapolsek Medan baru orang-orang nyaman keluar diwaktu malam bahkan subuh.Sekarang begal memanfaatkan kelengahan kita, maka kami akan balik lagi aktifkan Timsus Begal,”katanya.
Diakui Sandi, selama satu bulan satu hari ini pihaknya terpaksa menembak para pelaku sebanyak 17 kali pelaku begal, dua diantaranya kasus narkoba.“Kami terpaksa tembak pelaku 17 kali yakni pelaku begal dua lainnya narkoba, 15 lainnya kaki di tembak karena coba lari, pelaku begal dan narkoba pasti kami tindak tegas,” ujarnya.
Sandi juga menyinggung dalam mengoptimalkan patroli di tengah-tengah masyarakat Kota Medan, pihaknya sudah mengajukan ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan berupa mobil patroli.(Fr)