Saturday , 19 September 2020
Home / Sumut / LSM BIN : Menilai Polsek Medan Baru Lambat Tangani Kasus Pembunuhan.

LSM BIN : Menilai Polsek Medan Baru Lambat Tangani Kasus Pembunuhan.

DPP LSM Badan Informasi Nasional
DPP LSM Badan Informasi Nasional

frekuensimedia.com – Terkait tewasnya Seorang pekerja seks komersial (PSK) tewas dikamar 144 Hotel LG,di Jalan Nibung Raya,Kecamatan Medan Petisah,Kota Medan, Rabu 3 Desember lalu.Korbannya seorang Perempuan bernama Renny Zahara (32),yang tinggal di Jalan Sei Rokan,Kecamatan Medan Sunggal itu,tewas akibat pendarahan setelah melakukan aborsi dikamar hotel tersebut.

Bocaria Boru Nainggolan (85) seorang nenek (korban pembunuhan),Jalan Meranti,Kelurahan Sei Putih Timur II,Medan Petisah,dengan posisi tangan dan mulut diikat kain sarung,Sabtu (4/7/2015) sore lalu,akhirnya Badan Informasi Nasional angkat bicara.

DPP LSM Badan Informasi Nasional menghimbau melalui Sekjennya M Syafii Nasution,SH,agar pihak kepolisian khususnya dibawah kepemimpinan Kapoldasu yang baru Irjen Pol Ngadino,untuk serius memerintahkan jajarannya terutama Polsek Medan Baru,dalam menuntaskan proses hukum kasus praktik aborsi yang terjadi diwilkum mereka.

Yang membuat meninggalnya korban aborsi didalam kamar hotel LG,dan pembunuhan seorang nenek berusia 85 tahun.Ia menilai perbuatan ini tak manusiawi dan termasuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).Oleh karena itu bagi Pelaku pembunuhan,siapapun orangnya,harus dihukum seberat-beratnya.

Sekjen DPP LSM BIN,M.Syafii Nasution,SH,mengatakan dalam hal ini kita menagih janji dari pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini.Hal ini agar para pelaku utamanya mendapat efek jera,dikarenakan telah membuat hilangnya nyawa seseorang.

Siapapun korbannya atas perlakuan tidak manusiawi ini,kita harus bela,terlepas dari suku,agama,warna kulit atau bentuk rambut bahkan pekerjaannya,harus dibela.Nilai-nilai HAM itu universal.Seperti halnya saya prihatin dengan kejadian yang menimpa seorang pelacur yang tewas dikamar hotel LG dan nenek 85 tahun ini,ujarnya.

Syafii menambahkan,ada beberapa indikasi dimana terlihat pihak kepolisian tidak serius dalam melakukan penuntasan pada kasus ini. Salah satu hal yang menujukkan ketidak seriusan polisi adalah tidak kunjung ditangkapnya pelaku utama dalam kasus aborsi tersebut yakni bidan inisial FS.Dan kematian nenek 85 tahun yang belum terungkap sampai sekarang ini.

Dalam penambahannya ketika dikonfirmasi awak media ini Sekjen LSM BIN ini mempertanyakan pengusutan kasus yang dinilainya berjalan lambat.Peristiwa kasus aborsi yang sudah berlalu 1 tahun lalu dan kasus pembunuhan nenek 85 tahun ini hampir menjalani 3 bulan lamanya belum berhasil terungkap.

Pelaku pembunuhan belum ditangkap dan masih berkeliaran diluar sana.Selain prihatin,dirinya kaget karena penanganan kasus yang seakan berjalan lambat,dalam hal ini Syafii menilai,lambannya penuntasan kasus ini juga menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat.

“Jangan sampai nantinya masyarakat tidak percaya dengan kinerja kepolisian khususnya Polsek Medan Baru,dan jangan hanya mengurus kasus diatas meja saja,dan jika kasus ini tidak bisa ditangani secepatnya,dengan maksimal.”Tegasnya.

Ia juga akan menyurati Kapolri dan Kapoldasu serta Kapolres agar mengadakan penyegaran dijajarannya,terangnya sama awak media ini,Jumat (18/9).(Kontra.5)