Thursday , 21 November 2019
Home / Berita Utama / IMT-GT Buka Peluang Kerja Sama,Gubernur Minta OPD danPemkab/Pemko Tindak Lanjuti

IMT-GT Buka Peluang Kerja Sama,Gubernur Minta OPD danPemkab/Pemko Tindak Lanjuti

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprov Sumut menghairi Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam kerja sama IMT-GT, di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (4/10/2019). (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu

Frekuensi Media Com – Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) atau Segitiga Pertumbuhan Indonesia–Malaysia–Thailand akan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan semua pihak. Karena itu, diminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan kabupaten/kota untuk menindaklanjutinya.Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Sosialisasi Peningkatan Peran Provinsi Sumatera Utara Dalam Pelaksanaan Kerja Sama IMT-GT, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pengaran Diponegoro, Nomor 30, Medan, Jumat (4/10).

Hadir di antaranya Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation-Growth Triangle (CIMT-GT) Firdaus Dahlan, Sekdaprov Sumut Sabrina, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Sjahrian Harahap, sejumlah pimpinan OPD Pemprov, perwakilan Pemkab/Pemko serta akademisi.

“Dengan adanya kerja sama seperti ini, akan banyak yang bisa kita bangun. Jadi kalau ada di Malaysia atau di Thailand, kenapa kita harus pergi ke yang lain. Begitu juga dengan kita di sini, kalau ada di Sumut, untuk apa diambil dari luar,” ujar Gubernur.

Untuk itu, lanjut Gubernur, adanya IMT-GT ini menjadi potensi menyejahterakan masyarakat melalui pembangunan bersama antara masing-masing negara. Sehingga perlu adanya tindak lanjut nyata. “Seperti di Karo, penghasil sayuran. Ada di sana sayur kol, yang diminati orang Malaysia. Jadi sudah dikontrak dia. Tetapi syaratnya harus organik, tak boleh pakai pupuk dan pestisida kimia,” sebut Edy Rahmayadi.

Selain itu, Sumut punya potensi pariwisata luar biasa seperti Danau Toba.  Destinasi wisata kelas dunia ini dapat dijadikan tujuan wisata bagi para pelancong dari Malaysia dan Thailand. Karena itu, perlu disiapkan konsep yang membuat nyaman bagi wisatawan tersebut.

Dengan begitu, kata Edy, kerja sama yang sudah berjalan selama dapat dimaksimalkan lagi ke depan. Khususnya kepada Kadin Sumut, yang merupakan sektor terdepan dalam rangka membangun jaringan, yang dapat saling menguntungkan dengan segala potensi yang dimiliki.

Sementara, dalam paparan singkatnya, Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation-Growth Triangle (CIMT-GT) Firdaus Dahlan menyebutkan, sejak berdiri pada 1993 silam, kerja sama ketiganya telah dibangun. Hanya saja belum begitu diperhatikan dengan baik.

Padahal katanya, jika dilihat peta IMT-GT di Indonesia, ada 2-10 provinsi di dalamnya, Malaysia ada 4-8 negara bagian dan Thailand ada 5-14 provinsi. Ditambah lagi jumlah populasi penduduk jika di total ketiga negara yang daerahnya termasuk dalam IMT-G, mencapai 8,3 juta jiwa, dengan peningkatan Produk Domestik Bruto US$ 1,258 Miliar.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Sumut memang belum aktif. Apalagi kerja sama ini beda, karena sejak 1993 didirikan, pengusaha lah yang punya peran. Pemerintah adalah sebagai fasilitator. Makanya peran Kadin di sini penting,” kata Firdaus.

Selanjutnya adalah peran pemerintah kabupaten/kota. Konsepnya juga harus realistis dan dapat diterapkan. Karena intinya adalah bagaimana negara-negara ini bisa saling meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Contohnya seperti kehadiran wisatawan yang bisa dilakukan kerja sama.

“Kita juga sudah ada koridor ekonomi yang akan menghubungkan antar daerah/negara bagian di ketiga negara ini,” sebutnya, sembari mengatakan bahwa pihak pendonor (funduing) Asian Development Bank (ADB) dan lainnya akan mengucurkan dana bantuan untuk pembangunan beberapa sektor seperti pariwisata hingga pengelolaan sampah.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Kadin Sumut Sjahrian Harahap berharap pemerintah memberikan dukungan kepada para pengusaha. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan CIMT-GT dalam rangka mengefektifkan kembali kerja sama tiga negara.

“Banyak sudah ketertinggalan, Sumut harus mangambil kesemaptan ini. Karenanya kami sudah menyusun beberapa peluang ke depan berupa program kerja. Kami juga sudah bicara dengan Pak Firdaus tentang ini. Kami mohon dukungan pemerintah. Agar setidaknya kita punya sekretariat bersama,” kata Sjahrian.

Gubernur Edy Rahmayadi pun menerima cendera mata dari Direktur CIMT-GT Firdaus Dahlan, didampingi Sekdaprov Sumut Sabrina. (Bahren)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

− 1 = 1