Wednesday , 23 September 2020
Home / Sumut / Home Industry Narkoba Jenis Ekstasi Kembali Dibongkar Satres Narkoba Polresta Medan.

Home Industry Narkoba Jenis Ekstasi Kembali Dibongkar Satres Narkoba Polresta Medan.

Sat Res Narkoba Polresta Medan kembali membongkar 'home industry' pembuatan narkotik jenis ekstasi.
Sat Res Narkoba Polresta Medan kembali membongkar ‘home industry’ pembuatan narkotik jenis ekstasi.

frekuensimedia.com – Jajaran Sat Res Narkoba Polresta Medan kembali membongkar ‘home industry’ pembuatan narkotik jenis ekstasi disebuah rumah Jalan Iskandar Muda.Dari kediaman tersangka AC tersebut,polisi menyita sejumlah peralatan mencetak ekstasi,diantaranya timbangan,bahan baku,cairan pelekat,palu dan alat cetak lainnya.

Menurut informasi dari pengungkapan home industry ini terjadi saat membekuk AC tak jauh dari kediamannya.Di situ,disita 1 bungkus sabu seberat 30,35 gram sabu,3 bungkus sabu seberat 2,13 gram,18 butir pil ekstasi dan satu timbangan elektrik,ucap Kapolresta Medan,Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kasatres Narkoba Kompol Wahyudi,Rabu (3/6) pukul 16.10.WIB.

Menurut keterangan yang diperoleh wartawan bahwasanya ekstasi itu diperoleh dari AD yang kini masih dalam pengejaran,dan pihaknya masih melakukan pengembangan hingga diketahui 2 tersangka lain yang bertugas mengedarkan ekstasi-ekstasi tersebut.Petugas mengejar keberadaan pengedar akhirnya AL (40) penduduk Jalan Kompos, Deliserdang,dan HD (28) penduduk Jalan Binjai,Km 10,8, Deli Serdang diringkus dari lokasi berbeda,terangnya.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka AC sudah 2 bulan belakangan memanfaatkan rumahnya untuk memproduksi pil ekstasi.Bahan-bahannya tersebut diperoleh dari FD yang kini dimasukkan kedalam daftar pencarian orang (DPO).

Berdasarkan keterangan bahwasanya telah tercetak puluhan ribu dan diedarkan diseluruh Medan. Harga per butirnya dengan bervariasi,mulai Rp.100 ribu hingga Rp.200 ribu.Tersangka mengaku harganya memang cenderung mahal,sebab ekstasi buatan mereka tergolong berkualitas,alias kelas satu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh bahwasanya sebanyak 1000 butir pil ekstasi warna biru tersebut,menunjukkan produksi para tersangka sangat banyak.Kami juga mengamankan 2 besi pencetak,1 bungkus serbuk putih,sebungkus serbuk biru dan sebagainya,dari bahan-bahan itu para tersangka bisa mencetak sedikitnya 500 butir per hari,ungkap Kapolresta.

Tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) subsider 112 Ayat (2) jo 132 Undang-Undang Nomor.35 Tahun.2009,dengan ancaman pidana minimal 6 tahun.(david)