Wednesday , 20 November 2019
Home / Medan / Edwin : Sampah, Banjir dan Kemacaten Harus Jadi Perhatian Serius Pemko Medan

Edwin : Sampah, Banjir dan Kemacaten Harus Jadi Perhatian Serius Pemko Medan

Edwin Sugesti Nasution

Frekuensi Media – Anggota DPRD Kota Medan Edwin Sugesti Nasution mengatakan, persoalan sampah, banjir dan kemacetan di Kota Medan harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Oleh karenanya, diminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan berkoordinasi dan berkerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

“Jadi diminta OPD yang tupoksinya tidak menangani masalah banjir, sampah dan kemacetan, alangkah baiknya ikut membantu memecahkan persoalan yang sudah belasan bahkan puluhan tahun belum juga teratasi. Kalau ada kerjasama maka apapun masalahnya dengan mudah diselesaikan. Jangan karena bukan tupoksinya malah lihat-lihat saja. Nah, sikap inilah yang harus dibuang. Ibarat pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” kata politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini kepada wartawan Jumat (20/09/2019) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Menyinggung soal penanganan sampah, menurut Anggota DPRD Kota Medan periode 2019-2024 ini, Pemko Medan harus menyediakan tong-tong sampah disejumlah titik sehingga masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan demikian, limbah masyarakat tersebut tidak masuk ke dalam paret yang akan menyumbatkan alian air. “Coba sampah dibuang sembarangan lalu masuk ke dalam paret, kan jadi tersumbat.

Nah, inilah salah satu penyebab banjir di Kota Medan,” ujarnya.

Masih kata Edwin, tindakan Pemko Medan melakukan pengorekan drainase di sejumlah kawasan dinilai bakalan sia-sia. Kenapa tidak? Soalnya, drainase yang dikorek itu tidak lama kemudian bakal tersumbat sampah-sampah yang dibuang sembarangan tempat.

“Nah, jika tong-tong sampah dibuat di jalan-jalan baik di pinggiran kota maupun inti kota otomatis masyarakat dengan mudah membuang sampahnya tadi ke tong sampah yang sudah disediakan,” ujarnya.

Ditambahkan, Pemko Medan segera menambahkan armada pengangkt sampah sehingga tidak menumpuk dipingiran jalan. “Kalau sudah menumpuk aroma bau busuk menyengat dan pemandangan pun jelek terkesan jadi kota sampah. Pokoknya, diera ini hal-hal seperti itu tidak ada lagi,” pinta Edwin Sugesti.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat Kota Medan agar membantu dan bekerjasama dengan Pemko Medan untuk memwujudkan kota yang kita cintai ini bebas dari sampah. Dengan otomatis bebas banjir seperti yang kita inginkan bersama.

“Sudah saatnya, kita memikirkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Jika kita terus memikirkan diri sendiri, maka siap-siaplah kita tertinggal dengan daerah lain yang terus bangkit dan maju,” katanya.

KEMACETAN

Menyinggun soal kemacetan arus lalu lintas merupakan salah satu masalah transportasi. Untuk itu, sistem transportasi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari penataan kota,” sebut Edwin Sugesti.

Menurutnya, jika sistem manajemen transportasi tidak dibenahi, maka suatu kota akan terganggu kemacetan. “Maka dari itu, Pemko Medan melalui Dishubnya harus memiliki manajemen tentang perlalu lintasan sehingga kemacetan yang selama ini terjadi dapat ditekan persentasenya,” katanya.

Masih menurut wakil rakyat ini, sistem transportasi harus disusun secara cermat melibatkan seluruh stakeholders terkait, seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian, bahkan Dinas Pendidikan untuk mengubah mindset dan perilaku sejak dini.

“Kerjasama inilah yang diharapkan sehingga problem kemacetan yang selalu terjadi dapat terpecahkan,” jelasnya.

Disamping itu, masyarakat pengguna jalan supaya tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Sebab, rambu-rambu lalu lintas dipasang agar kemacetan tidak terjadi dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Kalau kita melanggar rambu lalu lintas konsekwensinya pada diri sendiri dan membahayakan orang lain yang tidak bersalah. Makanya, di era sekarang mari taati rambu lalu lintas,” pintanya.

Selain itu, Edwin juga mengharapkan, Dinas Perhubungan Kota Medan agar menertibkan parkir-parkir liar yang menggunakan badan jalan atau trotoar. Sebab, salah satu sumber kemacetan adalah parkir liar. “Kondisi inilah yang mesti diketahui secara bersama-sama,” katanya. (FM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

8 + 1 =