Thursday , 21 November 2019
Home / Medan / Edwin : Pemko Harus Punya Cara Khusus Tangani Banjir

Edwin : Pemko Harus Punya Cara Khusus Tangani Banjir

Edwin Sugesti Nasution

Frekuensi Media – Anggota DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus lebih ekstra keras mencari solusi penanganan masalah banjir yang melanda wilayah Kota Medan jika hujan turun. Oleh karenanya, Pemko Medan harus mendata kawasan mana saja yang selalu dilanda banjir.

“Jika didata, semua daerah di Indonesia memiliki problem yang sama yakni banjir. Tapi, semua itu bisa diatasi jika pihak yang berkompeten dalam masalah ini benar-benar melakukannya dengan serius dan penuh tanggung jawab. Kalau kita perhatikan atau sering kita baca di setiap media baik cetak, eletronik dan media online, selalu yang dikeluhkan masyarakat adalah banjir dimana-mana. Anehnya, udah puluhan tahun masalah ini terjadi, tetapi solusi yang tepat belum terlihat. Makanya, problem banjir saat ini masih tetap bertengger di kelasemen sementara,” kata wakil rakyat dari Fraksi PAN DPRD Medan ini ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/9/2019).

Edwin juga menyebutkan, masalah banjir di Kota Medan dinilai belum bisa diatasi secara maksimal. Padahal, masyarakat telah mempercayakan masalah tersebut (banjir) dapat diatasi secepatnya. “Sehingga, masyarakat yang selama ini dihantui masalah banjir tidak terjadi lagi,” kata Edwin didampingi Rahman Nasution sesama anggota dewan.

Lebih lanjut dikatakan Fraksi PAN satu ini, dirinya juga merasa heran terkait pengerjaan pengorekan drainase disejumlah titik di Kota Medan kurang maksimal. Semestinya, kata Edwin, sebelum dilakukan pengorekan dranase terlebih dahulu ada kajian-kajian khusus. “Jangan asal-asal korek yang ujung-ujungnya masyarakat juga yang jadi korban banjir. Kondisi inilah yang harus dicari solusinya agar masyarakat tenang dalam beraktifitas,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan terkait pengorekan dranase di seputaran Lapangan Merdeka Medan. Menurutnya, Pemko Medan melalui dinas terkait fokusnya mengorek dranase di pinggiran Kota Medan, karena geografisnya dinilai agak cembung sehingga jika hujan turun air mengumpul dan terjadi banjir. ” Semestinya, Pemko Medan itu melakukan pengorekan dranase di titik-titik pinggiran kota. Setelah itu, baru melangkah ke tengah disambungkan dranase itu dan intinya,” katanya.

Dikatakan juga, ketika pengorekan harus mengetahui titik mana yang rendah dan tinggi. “Jika demikian maka air pun lancar mengalir. Tapi, saya perhatikan dranase saat ini dinilai kurang berfungsi dilihat air tidak mengalir. Kalau pun mengalir hanya lamban sekali. Nah, kondisi inilah yang mesti diperhatikan,” sebutnya seraya mencontohkan daerahnya sering dilanda banjir.

Mengenai program Kementerian PUPR terkait penanganan banjir di Sumut khususnya Kota Medan, Edwin sepakat dengan konsep pengendalian banjir di Medan yang ditawarkan itu dengan cara membuat penampungan air. Seperti embung, long storage, kolam retensi, sumur serapan dan lubang biopori.

“Seperti bak penampungan air misalnya. Sudah saatnya dibuat di masing-masing kelurahan (151 kelurahan) di Kota Medan. Saya pikir konsep ini cukup bagus. Tinggal lagi bagaimana penyediaan lahan untuk bak penampungan airnya. Ini juga perlu dipikirkan Pemko Medan,” katanya.

Selain itu, kata wakil rakyat yang terpilih dari Dapil III yang meliputi Kecamatan Medan Tembung, Perjuangan dan Timur ini, Pemko Medan perlu juga melakukan pemetaan kawasan-kawasan di Medan yang dianggap sebagai kawasan rendah. Biasanya, di kawasan rendah, banjir sering terjadi seperti di kawasan Medan Utara.

“Menurut saya, bak penampungan air sudah harus ada di sana,” katanya.

Edwin juga berharap kepada Pemko Medan bagaimana memanfaatkan air hujan untuk kepentingan masyarakat guna meminimalisir banjir. Seperti untuk mencuci, mandi dan air minum.

“Apalagi di bebarapa kawasan di Medan debit air yang disuplai PDAM Tirtanadi cukup kecil. Bahkan air sering macat saat beban puncak (saat masyarakat secara bersamaan memanfaatkan air). Dengan pemanfaatan air hujan bisa menjadi solusi kebutuhan akan air,” demikian Edwin. (FM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

− 1 = 6