Thursday , 21 November 2019
Home / Medan / DPRD Menyayangkan Banyak Hydrant Tidak Berfungsi Di Kota Medan

DPRD Menyayangkan Banyak Hydrant Tidak Berfungsi Di Kota Medan

Ketua Komisi D DPRD Kota Medan Abdul Rani

Frekuensi Media – Kepala Dinas Pemadam dan Pencegahan Kebakaran (P2K) Kota Medan Albon Sidauruk mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air. Karena banyak Hydrant (penyediaan akses pasokan air) yang tidak berfungsi di kota Medan. terang Albon Sidauruk saat rapat pembahasan RAPBD Pemko Medan TA 2020 di ruang komisi IV gedung dewan, Minggu (25/8/2019).

“Dari 118 Hydrant yang ada di Medan sekitarnya, saat ini hanya 13 Hydrant yang berfungsi. Saat ini kami sedang melakukan upaya pembenahan,” tukasnya.

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Abd. Rani didampingi sekretaris Ilhamsyah, Parlaungan Simangunsong, Pau Mei Simanjuntak, Maruli Tua Tarigan, Hendra DS, Daniel Pinem, dan Salman Alfarisi. Sedangkan dari Dinas P2K dihadiri Kadis Albon Sidauruk dan sejumlah stafnya.

Disampaikan Albon, pihaknya saat ini kesulitan mendapatkan air karena banyak Hydrant yang tidak berfungsi. Sementara yang berwenang untuk perbaikan hydrant hanya Gubsu dan PDAM Tirtanadi. “Namun, saat ini kami sedang melakukan pendataan hydrant dimana saja yang tidak berfungsi,” terang Albon.

Diakuinya, pihaknya juga menemui banyak hydrant yang minim pasokan air atau debit airnya sangat kecil. Albon juga mengakui, air yang mereka ambil dari hydrant dibayar ke PDAM Tirtanadi sesuai volume.

Mendengar pemaparan Albon, sejumlah anggota dewan sangat menyayangkan kondisi tersebut. Seperti Parlaungan Simangunaong mendorong agar Dinas P2K melakukan upaya maksimal memberikan yang terbaik.

Soal banyaknya hydrant yang tidak berfungsi, diharapkan pihak P2K supaya melakukan kordinasi dengan Gubsu dan PDAM Tirtanadi. “Itu harus dikejar upaya perbaikan. Kita sangat menyayangkan kondisi hydrant yang rusak,” ujar Parlaungan. (FM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

87 − 84 =