Wednesday , 23 September 2020
Home / Sumut / Demo Ipal : Mahasiswa Pasca Sarjana Dan K-Semar Minta Penyelesaian Proses Hukum Pelaku Oleh Polresta Medan.

Demo Ipal : Mahasiswa Pasca Sarjana Dan K-Semar Minta Penyelesaian Proses Hukum Pelaku Oleh Polresta Medan.

frekuensimedia.com – Aksi unjuk rasa yang sempat membuat kemacetan jalan kembali terjadi lagi didepan Polresta Medan.Puluhan mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Pasca Sarjana Univesitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dan Aktivis Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) kembali berunjuk rasa didepan Mako Polresta Medan menuntut agar perkara ipal atau ijazah palsu yang dikeluarkan oleh salah satu universitas swasta dikota Medan,Kamis (3/12).

Menurut keterangan yang dihimpun awak media ini bahwasanya para pendemo menuntut agar proses hukum terhadap salah seorang yang diduga mempergunakan gelar sarjana palsu yang diterbitkan oleh Univesity Of Sumatera agar segera ditindak lanjuti.

Sementara itu Kordinator Aksi Alindi mengatakan bahwasanya lebih dari 1200 ijazah palsu yang telah dikeluarkan oleh universitas tersebut telah beredar kemana-mana.Diduga banyak pejabat-pejabat pemerintah khususnya didaerah Langkat yang mendapatkan gelar doktor palsu dari universitas tersebut,tetapi mereka lepas dari proses hukum,ucapnya.

Berdasarkan keterangan sebelumnya bahwasanya Rektor University of Sumatera Marsaid Yushar ditangkap setelah pihak dari Kopertis melapor kepihak kepolisian Resort kota Medan.

Dalam hal ini aksi demo sempat terhenti setelah pihak dari Polresta Medan mendatangi kordinator aksi terkait ijin aksi yang dilakukan mereka didepan kantor Polresta Medan.Karena mereka tidak memiliki ijin dari Polresta Medan,mereka bubar dengan tertib setelah sebelumnya berunding dengan pihak kepolisian.

Pantauan awak media ini didepan Mako Polresta Medan, aksi mahasiswa yang membawa spanduk bertuliskan,“Di negeri yang katanya berdasarkan hukum ini boleh ya pake gelar sarjana yang diterbitkan universitas ilegal..?.Kalau boleh kami generasi muda sekarang,biar rame-rame pake gelar profesor dan Doktor.Tapi pak Kapolres janji yach jangan tangkap kami”.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media ini terdahulunya bahwasanya Rektor University of Sumatra,Marsaid Yushar, (63),dijerat dengan Pasal.93 UU No.12/2012 tentang Pendidikan Tinggi,Pasal.67 ayat 1 UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,dan Pasal.71 UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional setelah tertangkap tangan oleh petugas dari Polresta Medan pada kamis 25 Juni 2015,disaat memberikan ijazah palsu Strata S2 kepada korbannya Sucipto di Jalan Gatot Subroto,Medan dengan harga awal Rp.40 juta dan disepakati menjadi Rp.15 juta. (David)