Saturday , 31 October 2020
Home / Berita Utama / Dapatkah Djarot Berantas Budaya Gubernur Korup di Sumut?

Dapatkah Djarot Berantas Budaya Gubernur Korup di Sumut?

Djarot Saiful Hidayat
Djarot Saiful Hidayat

frekuensimedia – Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan partainya mengusung Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Sumatera Utara karena mempertimbangkan kekecewaan masyarakat. “Hampir semua gubernur-gubernurnya tidak tuntas masa jabatannya berkaitan dengan masalah korupsi dan transparansi,” kata Andreas, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 6 Januari 2017.

Dua pemimpin daerah Sumatera Utara memang terjerat perkara korupsi. Gubernur Sumatera Utara periode 2011-2015, Gatot Pujo Nugroho, divonis hukuman 6 tahun penjara karena terbukti korupsi penyaluran dana bantuan sosial (Bansos) dan hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013.

Gatot Pujo Nugroho Mantan Gubernur Sumut
Gatot Pujo Nugroho Mantan Gubernur Sumut.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara periode 2008-2011, Syamsul Arifin, divonis hukuman 2,5 tahun penjara karena terbukti menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri saat menjadi Bupati Langkat periode 1999-2004 dan 2004-2008.

 

Samsul Arifin Mantan Gubernur Sumut
Samsul Arifin Mantan Gubernur Sumut.

 
Atas pengalaman Djarot sebagai Wali Kota Blitar dan Gubernur DKI Jakarta, Andreas menganggap Djarot adalah pilihan yang tepat. “Masyarakat Sumatera Utara membutuhkan pemimpin yang kapabel dalam mengurus pemerintahan,” ucapnya. FM (sumber, Tempo)