Wednesday , 23 September 2020
Home / Nasional / Bareskrim Jemput Paksa Anak Buah RJ Lino

Bareskrim Jemput Paksa Anak Buah RJ Lino

frekuensimedia.com – Rudi Kabunang, pengacara dari Richard Joost Lino, mengatakan pagi tadi anak buah Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost (RJ) Lino dijemput paksa oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.  Menurut Rudi, Juli Tarigan, nama anak buah Lino, dijemput paksa oleh Bareskrim karena dianggap sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

‎”Tadi pagi klien kami Juli Tarigan dijemput paksa penyidik Bareskrim untuk diperiksa sebagai saksi,” kata Rudi Kabunang, di Kantor Badan Resersi dan Kriminal Mabes Polri, Selasa, 3 November 2014.

Rudi mengatakan bahwa kliennya keberatan atas tindakan penyidik tersebut. Penjemputan paksa melanggar ketentuan hukum acara pemeriksaan saksi atau tersangka yang diatur pasal 227 KUHAP dan peraturan Kapolri.Kalau diperiksa sebagai saksi kenapa dijemput paksa,” kata Rudi Kabunang.

Penjemputan paksa dianggap melanggar ketentuan hukum acara pemeriksaan saksi atau tersangka yang diatur pasal 112 KHUAP dan Perkap Kapolri pasal 12 dan 227 tentang tatacara pemanggilan saksi dan tersangka.

“Kami keberatan karena jemput paksa sebagai saksi. Itu tidak sesuai aturan yang jelas.‎ Surat panggilan  memang sudah dua kali, tapi kami sudah klarifikasi dan belum dijawab (penyidik) langsung dijemput paksa,” ujarnya.

Rudi juga keberatan lantaran dilarang mendampingi kliennya. Padahal, dalam kebijakan lain menyebutkan bahwa terperiksa maupun terlapor berhak didampingi oleh kuasa hukum.
“Penyidik menyatakan ada aturan Direktur Tipikor yang menyatakan tak boleh didampingi. Tapi peraturan Kapolri membolehkan saksi didampingi,” katanya.

Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri tengah mengusut kasus penyalahgunaan pengadaan 10 alat bongkar muat atau crane di PT Pelindo II. Penyelidikan berlangsung sejak Agustus lalu. Di antaranya menggeledah kantor PT Pelindo II di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat, 28 Agustus 2015.

Penyidik juga menggeledah ruangan Direktur Utama Pelindo RJ Lino yang terletak di lantai gedung IPC untuk mencari bukti-bukti penyelewengan pengadaan crane.(Kontra)