Saturday , 31 October 2020
Home / Berita Utama / Antusias Masyarakat Mengantar Sang Fenomenal Djarot Menuju Gubernur Sumut

Antusias Masyarakat Mengantar Sang Fenomenal Djarot Menuju Gubernur Sumut

Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus mendaftar ke KPU Sumatera Utara, Rabu (10/1/2018).
Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus mendaftar ke KPU Sumatera Utara, Rabu (10/1/2018).

frekuensimedia – Pasangan calon Gubsu dan Wagubsu Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus mendaftar diri di KPU Sumut, Rabu (10/1/2018). Dengan penerimaan Pasangan calon Gubsu Djarot dan Sihar Sitorus, KPU mengakhiri pendaftaran penerimaan calon Gubsu/Wagubsu 2018.

Pasangan Djarot dan Sihar Sitorus diusung oleh dua partai yaitu PDIP dan PPP, juga didukung oleh lapisan masyarakat Sumut. Antusias masyarakat Sumut tampak ketika menghantarkan pasangan Djarot dan Sihar Sitorus di KPU Sumut, Ormas, LSM, Relawan turut bergabung mengantarkan pasangan ini.

Bagi masyarakat Sumut kehadiran sosok  Djarot memiliki makna tersendiri, banyak hal yang terjadi dalam perpolitikan Indonesia telah  melibatkan namanya.

Pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 6 Juli 1962 ini sudah menoreh segudang prestasi, dimulai meniti karir  sebagai anggota DPRD Jawa Timur 1999 hingga 2000, menjabat sebagai Wali Kota Blitar sejak 3 Mei 2000 hingga 3 Agustus 2010, anggota DPR RI periode 2014-2019, Wakil Gubernur DKI Jakarta sejak 17 Desember 2014 hingga 9 Mei 2017, menjabat Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta sejak 9 Mei 2017 menggantikan Basuki Tjahaja Purnama, dan menjadi Gubernur DKI 2017.

Kemampuan sosok Djarot dalam perpolitikan Indonesia tidak diragukan lagi, terlebih lagi dia (Djarot) memiliki kemampuan birokrasi yang mumpuni dan telah terbukti Kota Blitar di bawah kepemimpinannya mendapat gelar adipura 3 kali berturut-turut yakni pada tahun 2006, 2007, dan 2008.

Nilai kesetiakawanan yang begitu melekat pada dirinya sudah menjadi ikon bagi masyarakat Indonesia ditengah riuhnya perpolitikan yang ada. Kesetiakawaan sudah menjadi hal yang aneh dalam percaturan perpolitikan di Indonesia dimana kawan dan lawan di ukur dengan kepentingan semata.

Gubernur DKI Jakarata Basuki  Cahaya Purnama yang akrab di panggil Ahok menggantikan Joko Widodo yang kini menjabat Presiden RI, mendekam di Mako Brimob Djarot tetap menyambanginya.

Kini sang Fenomenal maju untuk Sumut dengan program – program yang sudah dia kuasai, akankah masyarakat Sumut mau meluangkan sedikit kesempatan bagi beliau untuk dapat membenahi Provinsi yang memiliki pringkat teratas terkorup di Indonesia, premanisme berkedok organisasi, mafia tanah garapan yang melibatkan petinggi petinggi di Sumut, judi, Narkoba, porsitusi, dan yang terakhir pembangunan infrastruktur yang sampai hari ini masih upaya belum ada pencapaian.

Antusia masyarakat sumut menghantar Pasangan Djarot Sihar mendaftar di KPU Sumut Rabu 10/1/2018.
Antusias masyarakat Sumut mengantar Pasangan Djarot Sihar mendaftar di KPU Sumut Rabu 10/1/2018.

Pesta Demokrasi Pilkada Sumut sudah dimulai, tiga kandidat paslon Gubsu/Wagubsu datang dengan menawarkan segala pesonanya.

Kini rakyat Sumut harus memilih bukan dengan unsur Sara, atau isu putra daerah, akan tetapi lebih mengutamakan kemampuan dan moral, masyarakat Sumut harus bangkit dari rasa apatis dengan kondisi terpuruknya pembangunan di semua lini. (Franky)