Wednesday , 20 November 2019
Home / Berita Utama / Anggota DPRD Padang Sidempuan Bawa Bonk Saat di Bandara KNIA

Anggota DPRD Padang Sidempuan Bawa Bonk Saat di Bandara KNIA

Frekuensi Media – Seorang anggota Dewan DPRD Padang Sidempuan yang baru saja dilantik beberapa Minggu lalu berinisial FH (23) itu, tertangkap petugas Bandara KNIA membawa Bonk (alat isap Shabu) di dalam Koper nya, Selasa (3/9/2019).

Anggota Dewan yang berinisial FH (23).

 

Dikatakan petugas Avsec Bandara Kualanamu Airpot Internasional, saat melakukan body search di SCP Sentral keberangkatan terhadap seorang calon penumpang pesawat Wings Air IW.1216 dari KNO – P. Sidempuan an FH, penumpang tersebut terlihat grogi, tangannya gemetar.

Dari gelagat itu, petugas mencurigai dan melakukan introgasi terhadap FH. Dan ternyata dalam pembicaraan itu, FH mengaku baru saja pulang dugem di salah satu tempat hiburan malam Jetpline di Medan.

Masih dalam kecurigaan, petugas mengakui kembali melakukan pemeriksaan terhadap koper yang dibawa oleh FH melalui alat X Ray.

Dan dari Koper itu, petugas berhasil temukan satu buah dompet berisikan dua set alat isap sabu (bong) dan tiga buah mancis gas.

Atas temuan itu, Padal Obvit Polres Deli Serdang melaporkan kejadian tersebut ke Sat Narkoba Polres Deli Serdang dan langsung menyerahkan tersangka ke Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut guna menjalani pemeriksaan.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Drs Hendrik Marpaung menjelaskan bahwasanya hasil Test urine FH Positif menggunakan Narkoba.

“Iya bang, waktu anggota saya check urinenya memang positif, namun barang bukti yang ada hanya bonk (alat hisap sabu)” jelas Hendrik Marpaung melalui Telepon Seluler, Selasa (3/9/2019) sekitar pukul 17.20

Oleh karena tak ada nya barang bukti Shabu atas FH, Lanjut Dirnarkoba Poldasu, atas kejadian tersebut pihak nya tidak dapat melakukan penahanan terhadap FN.

Hal ini dinilai, Pengiat Anti Narkoba merupakan hal yang sangat menyedihkan rakyat khususnya warga Padang Sidempuan.

Pasalnya, wakil rakyat yang seharusnya menjadi panutan dalam memberikan contoh malah terbalik mencoreng kepercayaan yang telah diberikan. (AG)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

9 + 1 =