Tuesday , 22 September 2020
Home / Sumut / Anggaran Pelatihan dan Outbound Dinas Koperasi dan UMKM Tidak Tepat Sasaran.

Anggaran Pelatihan dan Outbound Dinas Koperasi dan UMKM Tidak Tepat Sasaran.

frekuensimedia.com – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Arjuna Sembiring mengaku pihaknya telah dan akan melakukan langkah konkrit melalui sejumlah program untuk mendorong UMKM di Kota Medan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Salah satunya dengan mempermudah persoalan perizinan. Hal ini dikatakan Arjuna sembiring saat rapat pembahasan RAPBD TA 2016 bersama Komisi C DPRD Medan diruang Rapat Komisi C DPRD Medan, Kamis (10/12).
“Yang utama yang kami lakukan adalah mempermudah izin. Sekarang izin ada di camat. Kami juga sudah koordinasi ke BPPT,”ujarnya.
Selain mempermudah perizinan, lanjut Arjuna pihaknya juga sudah membangun UKM Center diantaranya di Jalan Jamin Ginting depan Hairos, Lantai II Plaza Medan Fair, Merdeka Walk dan di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Dikatakan Arjuna berdasarkan data Tahun 2009 saat ini di Kota Medan terdapat 1.200 koperasi dan 220 ribu UMKM.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam mempromosikan produk-produk lokal pihaknya juga aktif mengadakan Bazaar maupun Ekspo memprkenalkan sejumlah produk unggulan di Kota Medan seperti halnya Gordyn, kerajinan Kulit, Batik, dan Ulos.
“Yang terpenting dalam meningkatkan UMKM kita ini adalah promosi. Dan promosi paling efektif adalah melalui Bazaar dan Ekspo. Ini rutin kita adakan. Kalau ada acara-acara pasti kita ikuti,” jelasnya.
Menurut Arjuna saat ini Kota Medan masih bersifat Cluster dan belum bisa mencontoh Bali dengan One Village on Product. Beberapa pusat UMKM di Kota Medan diantaranya Kulit di Jalan AR Hakim dan Jalan Bajak, Rotan di Jalan Gatot Subroto, pengrajin Batik di Tembung, dan kerjainan Handycraft berupa lukisan dari rempah dan kopi. Sedangkan mengenai pelatihan, Arjuna menjelaskan pihaknya mengadakan pelatihan di Medan Utara khususnya bagi keluarga Nelayan.
“Pelatihan ada di daerah Medan utara terkait pengolahan ikan. Salah satu pelatihan yang diajarkan soal Packaging. Sebab teknik Packaging di Medan sudah ketinggalan jauh dari daerah lain. Jadi harus kreatif, bagaimana produk itu kelihatan menarik agar laku di pasaran,”pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Komisi C yang memimpin rapat Anton Panggabean meminta peran aktif dari Pemko Medan khususnya Dinas Koperasi dan UMKM agar Koperasi dan UMKM siap dalam mengahadapi MEA yang sudah didepan mata. Selain itu Anton juga menyoroti anggaran pelatihan dan outbound yang masuk dalam penganggaran di Dinas Koperasi dan UMKM yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Ini outbound untuk apa, apa tidak sebaiknya studi banding saja agar pengetahuan para pelaku usaha bertambah,”pungkasnya.(Franky)