Wednesday , 23 September 2020
Home / Sumut / 2 Tersangka Bongkar Rumah Diringkus Polisi, 1 DPO

2 Tersangka Bongkar Rumah Diringkus Polisi, 1 DPO

IMG-20151015-00281

frekuensimedia.com – Usai sudah perburuan Aldo Albertus Poli (19) warga Jalan Mawar IV Gg. Filisium III Blok XII No. 137, Kel. Helvetia Tengah, Kec. Medan Helvetia dan Fahrul Roji Dalimunthe (18) warga Jalan Mawar VI Blok XI No. 78, Kel. Helvetia Tengah, Kec. Medan Helvetia, sebagai pelaku kejahatan spesialis bongkar rumah.

Tertangkapnya dua pria putus sekolah ini, berawal dari laporan Darmaji (35) warga Jalan Kapten Muslim No. 285, Kel. Helvetia Tengah, Kec. Medan Helvetia, yang tertuang dalam LP/909/IX/2015/SU/POLRESTA MEDAN/SEK MDN HELVETIA, tanggal 28 September 2015.

Menerima laporan korban, petugas kepolisian unit Reskrim Polsek Medan Helvetia, yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim, AKP Hendrik Temaluru, melakukan penyidikan dan penyelidikan, berdasarkan barang bukti berupa rekaman CCTV yang ada didepan rumah korban, membuat pihak kepolisian lebih mudah dalam melakukan pengungkapan kasus terhadap pelaku.

Tepatnya, Sabtu (3/10/2015) sekira pukul 02.00 Wib, petugas berhasil meringkus keduanya saat melintas di Jalan Kapten Sumarsono. “Setelah kita menerima laporan korbannya, kita melakukan penyidikan dan penyelidikan berdasarkan barang bukti berupa rekaman CCTV yang ada dirumah korban. Setelah melakukan pencarian terhadap kedua tersangka, akhirnya mereka tertangkap saat melintas di Jalan Kapten Sumarsono,” ungkap Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Ronni Bonic, kepada wartawan, Kamis (15/8/2015) siang.

Kepada petugas, tersangka Aldo mengaku masuk kedalam rumah korban melalui pintu dapur. Sementara rekannya Fahrul dan JP (DPO) bertugas sebagai pemantau didepan rumah korban. Setelah memberikan kode dengan bertepuk tangan sebanyak 3 kali, tersangka Aldo yang sudah berhasil masuk kedalam rumah korban, langsung menjarah harta benda milik korban berupa 1 unit sepeda motor, dompet yang terletak di kursi dapur.

Aldo pun langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan sepeda motor korban dari pintu depan rumah korban. Dengan berbonceng tiga, JP sebagai jokinya membawa sepeda motor korban ke rumah Billy di Jalan Sukadono. Setelah bertemu dengan Billy, mereka meminta tolong untuk menjualkan sepeda motor tersebut kepada penadahnya.

Tergiur dengan iming-iming Rp 150 ribu, Billy pun membawa JP ke rumah Pak Tiara yang terletak di Jalan Binjai, DR.TD.Pardede, sebagai penadahnya dan menjualkan sepeda motor tersebut seharga Rp 1.950.000,-. Usai menjual sepeda motor tersebut, JP pun memberikan uang hasil penjualan tersebut kepada Aldo sebesar Rp 950 ribu, kepada Billy Rp 150 ribu, kepada Fahrul Rp 250 ribu, serta Pak Tiara sebesar Rp 100 ribu. Sementara tersangka JP hanya mendapatkan Rp 300 ribu.

“Dari pengakuan para tersangka, ternyata mereka tidak hanya berdua. Seorang lagi berinisial JP yang kini berstatus DPO juga turut serta dalam aksi pembongkaran rumah disertai pencurian tersebut. Setelah berhasil membawa kabur sepeda motor korban, tersangka JP bersama Billy menjual sepeda motor tersebut kepada penadahnya didaerah Binjai sebesar Rp 1.950.000,-. Setelah itu mereka membagi-bagikan uang hasil penjualan tersebut sesuai bagiannya masing-masing,” beber Ronni.

Kedua tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun. “Untuk tersangka JP masih dalam pengejaran, dan keduanya kita kenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun,” pungkasnya.(David)